Ketahuan Nyabu, Penyiar Radio Swasta dan Mantan Caleg Ditangkap

Kapolres Lamongan AKBP Harub saat berdialog dengan dua tersangka yang merupakan penyiar radio swasta dan mantan caleg dari partai yang tertangkap saat memakai narkotika jenis sabu.(Alimun Hakim/Bhirawa).

Lamongan,Bhirawa 
Satuan Reserse Narkoba Polres Lamongan terus melakukan pengungkapan pelaku peredaran dan pemakai barang haram Narkoba di daerah Lamongan. 
Dengan durasi yang kurang lebih berkisar selama satu bulan, Maret ini Satreskoba menangkap 14 tersangka dari 10 perkara kasus narkoba.
“Kami mendapati 10 perkara kasus narkoba dengan 14 tersangka.Tersangka semuanya di amankan di empat lokasi,Brondong Paciran Sukodadi dan Kota Lamongan,” terang Kapolrea Lamongan AKBP Harun S,I.K di Mapolres ,Selasa (3/3).
Total secara keseluruhan Barang Bukti yang berhasil di amankan Polres Lamongan tak lain 6,33 gram Sabu.
2.339 Butir obat keras daftar G jenis Pil Dobel L,50  butir Pil Carnophen dan 
45 (empat puluh lima) butip Pil Riklona Mersi MF serta alat bukti lainya.
Dijelaskan Kapolres, Dari 14 tersangka yang berhasil di tangkap di ketahui tersangka berinisial AGO (Penyiar Radio dan ADO (Mantan caleg partai ) ikut terjaring dalam operasi Satreskoba yang di pimpin Kasat Reskoba Akhmad Khusen,S.H.,M.H.
AGO ditangkap saat tengah memakai sabu di depan rumahnya yang berada di Dusun Merjoyo, Kecamatan Sukodadi Lamongan. 
Pelaku ditangkap dengan barang bukti satu klip plastik berisi narkotika golongan 1, dengan berat kotor 0,73 gram. 
“Iya pelaku beralasan memakai sabu untuk menjaga stamina saat bekerja sebagai penyiar radio di salah satu perusahaan swasta. Dia mengaku semakin kuat jika memakai sabu,” ungkap Kapolres Lamongan yang merupakan mantan penyidik KPK. 
Selain AGO, Polres Lamongan juga menangkap belasan pemakai lain. Salah satunya yang menjadi sorotan adalah ADO dengan statusnya sebagai mantan calon legislatif (Caleg) dari salah satu partai. 
Caleg yang gagal mendapatkan kursi di Legislatif ini tertangkap dan terbukti memakai sabu dengan alasan untuk menambah stamina. 
Sedangkan untuk penangkapan belasan pelaku lain itu atas pengembangan dari kasus-kasus terkait. Kapolres yakin, masih banyak pelaku dan bandar berkeliaran di daerah hukum wilayahnya. 
Kemudian dari perbuatan itu semua pelaku pemakai narkotika dikenakan sanksi UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dan sabu. Dengan ganjaran maksimal 12 tahun penjara dan denda maksimal Rp 8 milyar. Sedang pemakai pil dobel L dikenakan sanksi UU RI No. 36 tentang kesehatan. Dengan ganjaran maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1,5 milyar. [aha]

Tags: