Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Darurat Covid-19 Hampir Penuh

dr Heru Nur Cahyono

Tulungagung, Bhirawa
Melonjaknya warga yang terkonfirmasi Covid-19 dalam dua pekan terakhir membuat keterisian tempat tidur di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Rusunawa UIN Satu Tulungagung hampir penuh. Dari kapasitas tempat tidur sebanyak 136, kini yang terisi sudah mencapai 127 tempat tidur.

“Kalau sesuai ketersedian tempat tidur yang ideal saat ini sudah hampir penuh. Daya tampung RSDC Rusunawa UIN Satu itu hanya 136 bed atau tempat tidur. Sekarang sudah terisi 127 tempat tidur,” ujar Kepala RSDC Rusunawa UIN Satu Tulungagung, dr Heru Nur Cahyono, Selasa (22/6).

Yang terbaru menghuni RSDC Rusunawa UIN Satu Tulungagung, menurut dia, adalah rombingan CPNS yang baru melakukan Latsar di Surabaya. Selain klaster perjalanan dari dan ke Madura.

“Mudah-mudahan tidak sampai ada lagi kasus Covid-19 secara masal, meski kami sudah menyiapkan tambahan 16 bed darurat,” sambungnya.

Ia pun berharap dengan pemberlakukan PPKM Mikro tidak membuat warga Tulungagung yang terkonfirmasi positif Covid-19 dikarantina semua di RSDC Rusunawa UIN Satu. Namun juga jika memungkinkan bisa melakukan karantina secara mandiri atau isolasi mandiri.

Heru Nur Cahyono menyebut saat ini RSDC Rusunawa UIN Satu Tulungagung tidak hanya memfungsikan rusunawa mahasiswa yang dijadikan tempat isolasi atau karantina bagi penderita Covid-19, tetapi juga Gedung Mahad yang bersebelahan dengan rusunawa.

Gedung Mahad sekarang difungsikan untuk karantina khusus bagi yang terkonformasi Covid-19 yang melakukan perjalanan, seperti CPNS dan klaster Madura.

“Kami memisahkan antara yang karena perjalanan dan yang bukan perjalanan untuk atisipasi virus Covid-19 dari luar. Karena itu, yang kasus CPNS dan Klaster Madura di pisah dengan yang kasus lokal,” tuturnya.

Pria ramah yang juga menjabat sebagai Kepala Puskesmas Kedungwaru ini selanjutnya secara rinci membeberkan dari 127 orang yang kini menghuni RSDC Rusunawa UIN Satu Tulungagung, 65 orang di antaranya di Rusunawa Mahasiswa. Sedang 62 orang lainnya di Gedung Mahad.

Lebihlanjut Heru Nur Cahyo mengimbau masyarakat Tulungagung untuk sementara waktu tidak melakukan bepergian ke luar kota. Ia berharap kasus seperti Latsar CPNS dan Klaster Madura tidak terulang kembali. “Kalau mau berkegiatan di luar kota sebaiknya ditunda dulu,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kabupaten Tulungagung, Didik Eka, Selasa (22/6), mengungkapkan dari 127 CPNS yang diswab antigen kembali kemarin, 22 di antaranya dinyatakan positif Covid-19. Sedang, mentor-nya yang berjumlah 101 orang, enam di antaranya juga dinyatakan positif Covid-19.

“Sebagian besar dari mereka kemudian dikarantina di Rusunawan UIN Satu. Yang menjalani perawatan dua orang di Puskesmas Kauman dan lima menjalani isolasi mandiri,” paparnya. (wed)

Tags: