Keterlibatan Polisi Untuk Jamin Keamanan Pelaksanaan UN

Mendikbud meninjau pengamanan naskah UN bersama petugas Polrestabes Surabaya.

Mendikbud meninjau pengamanan naskah UN bersama petugas Polrestabes Surabaya.

[Mendiknas Tinjau Pengamanan Naskah UN]
Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Menteri Pendidikan dan kebudayaan(mendikbud)  M Nuh, Sabtu (5/4) lalu meninjau pengamanan naskah UN yang dilakukan di Mapolrestabes Surabaya. Pelibatan pihak kepolisian, kata Mendikbud, sebagai upaya pencegahan dari tindak kejahatan untuk mengagalkan dan menodai pelaksanaan UN.
Dalam keterangannya, M Nuh mengatakan, persiapan pelaksanaan UN secara nasional sudah dilakukan dengan baik. Ini dilakukan guna terciptanya suasana pelaksanaan UN yang lebih bagus lagi dari tahun ke tahun.
“Dengan penjagaan naskah UN yang dibantu aparat kepolisian Polrestabes Surabaya. Kami berupaya keras agar saat pelaksanaan UN tidak ada oknum-oknim yang coba memanfaatkan maupun menggagalkan pelaksanaannya tanggal 14-16 April mendatang. Terlebih dalam pendistribusian soal UN,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (5/4).
Dijelaskannya, untuk permasalahan naskah ada dua hal yang mendasar dan terpenting dalam pelaksanaan UN. Ke duanya yakni terkait ketersediaan naskah dan kerahasiaan naskah yang menjadi dokumen negara. “Kalau pelaksanaan UN  tidak rahasia, dalam hal naskah soalnya bocor maka percuma saja dilaksanakan,” jelasnya.
Atas hal itu, mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini menerangkan, pihaknya tetap berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna mengamankan naskah, terutama pada kerahasiaan naskah.
Sementara untuk ketersediaan naskah, semua sudah disediakan oleh percetakkan. Sambungnya, sehingga Polrestabes Surabaya tugasnya adalah menjaga naskah-naskah itu dengan aman, sehingga tidak ada yang berani ‘mengobok-obok naskah itu’.
“Naskah-naskah ini akan dijaga aparat kepolisian. Ini dilakukan sebagai bentuk penjagaan atas kerahasian naskah UN yang harus dijaga dengan baik,” urainya.
Selanjutnya kalau naskah ini sudah rahasia, maka dilanjutkan denganb pendistribusian. Naskah-naskah UN, nantinya akan disebar ke rayon-rayon. Dan dalam pelaksanaan pendistribusian juga akan mendapatkan pengawalan dari Kepolisian.
Sampai nanti pada saat pelaksanaan UN, yakni 14 April 2014 nanti, juga mendapatkan pengawalan. Seusai pelaksanaan UN pun demikian, akan mendapatkan hal yang sama. Karena itu, pihaknya berterimakasih kepada kepolisian, dalam pelaksanaan UN.
“Dengan upaya ini, maka unsur kerahasiaan dan kejujuran dijaga. Sehingga hasilnya bisa sahih dan valid,” katanya
Terkait adakah kebocoran soal, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu menambahkan, yang bocor itu bukan soalnya tetapi jawabannya. Dan yang keluar atau yang bocor adalah A,B,C,D nya, tidak dengan soalnya. Sehingga, pihaknya menghimbau untuk tidak berpengaruh terhadap adanya isu-isu seperti itu.
Selain itu, kalau ada permasalahan seperti itu, maka akan dilaporkan ke Polisi. Biar yang bersangkutan diproses hukum. Menurutnya, hal itulah yang merusak tatanan pendidikan di RI, dan setiap pelaksanaan seperti ini selalu ada yang memanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan.
“Imbauan bagi siswa siswi peserta UN, kalau ada hal seperti itu jangan ditanggapi. Percaya pada kemampuan sendiri, itu lebih bagus. Sebab, hal seperti inilah yang dapat merusak akhlak generasi muda kita,” pungkasnya. [tam.bed]

Tags: