Ketersediaan SDM Unggul, Jawaban Pemulihan Ekonomi Nasional

Jakarta, Bhirawa.
Tantangan terbesar Indonesia untuk menangkap peluang ekonomi adalah adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Untuk itu, pemerintah harus memaksimalkan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) serta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di daerah-daerah untuk mempersiapkan SDM Unggul, sedini mungkin.

“Memang, bukan perkara mudah agar tenaga kerja bisa terserap. Apalagi bila UU Ciptaker sudah berjalan maksimal. Maka SDM unggul dan trampil itu harus sudah tersedia,” papar Ketua DPD RI La Nyalla Matalitti dalam kunjungan kerja ke Bandung, Kamis (14/1).

Dikatakan, dari hasil analisa berbagai pengamat ekonomi, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai target, yakni 7%. Maka tenaga kerja akan terserap dengan baik. Namun, jika pertumbuhan ekonomi nasional hanya 5%, maka bonus demografi yang didapat Indonesia tak seluruhnya bisa terserap.

Bonus demografi adalah masa dimana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibanding penduduk usia tidak produktif. Indonesia pada tahun 2030 hingga 2040, di prediksi akan mengalami bonus demografi. Yakni, jumlah penduduk usia produktif(usia15th –64 th) lebih besar dibanding usia tidak produktif (usia diatas 64 th). Pada periode tersebut penduduk usia produktif diprediksi mencapai jumlah 64% dari total jumlah penduduk Indonesia yang dipromosikan mencapai 297 juta jiwa.

Diakui La Nyalla, bukan perkara mudah agar tenaga kerja bisa terserap semua. Sebab, penyerapan tenaga kerja, kuncinya adalah SDM Unggul yang memiliki kompetensi. Jika UU Ciptaker sudah berjalan optimal, maka yang dibutuhkan adalah SDM unggul dan terampil. 

Diakui La Nyalla, bahwa menyiapkan SDM andal dalam konteks pemulihan ekonomi nasional, bukan perkara mudah. Namun, bukan pula perkara sulit, jika pemerintah memiliki political will. Presiden Joko Widodo bahkan sudah menyatakan: kita harus bekerja keras untuk memulihkan ekonomi nasional, yang terguncang keras oleh pandemi Covid-19.

“Agar Indonesia dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi, ketersediaan SDM usia produktif¬† harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM. Dari sisi pendidikan dan ketrampilan termasuk kaitannya dalam menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja,” pungkas La Nyalla. [ira]

Tags: