Ketua Banggar DPR RI Sebut NU Benteng Kokoh NKRI

MH Said Abdullah saat menyampaikan materi kuliah umum di STIDAR Sumenep.

Sumenep, Bhirawa
Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah mengisi kuliah umum di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman (STIDAR) di Gaddu Barat, Ganding, Sumenep. Acara dengan tema “Internalisasi Keislaman dan Kebangsaan” itu dibuka oleh Pengasuh Pondok Pesantren setempat, Kiai Ali Mufti Hamid.

Mengawali kuliah umumnya, MH Said Abdullah menjelaskan tentang sumbangsih Nahdlatul Ulama (NU) kepada tegaknya NKRI dihadapan hadirin. Menurut Said, Indonesia dan NU merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan.

“Indonesia adalah NU, NU adalah Indonesia. Jadi, keduanya tak bisa dipisahkan. Pancasila dan Aswaja merupakan benteng kokoh NKRI,” kata MH. Said Abdullah, Selasa (03/11).

Said mengakui bahwa faham aswaja kebangsaan NU membuat warga Indonesia bisa hidup guyub, rukun dan damai. “Indonesia berdiri tegak karena sumbangsih NU dan karena NU lah kita bisa berada dalam satu rumah dengan semangat saling mengasihi dan melengkapi,” ucap Said.

Ia menerangkan, NU tidak memandang perbedaan sebagai ancaman, tapi sebagai rahmat dan kesempatan untuk bisa saling melengkapi satu sama lain. NU mendakwahkan Islam dengan cara yang santun dan memghargai perbedaan.

“Oleh karena itu, tidak heran bila proses Islamisasi di tanah jawa yang dilakukan oleh Wali Songo nyaris tanpa pertumpahan darah,” terangnya.

Itulah kemudian yang menjadi cikal bakal ajaran NU yang membuat Indonesia bisa seharmonis saat ini. Sejak awal KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah menanamkan pilar-pilar ajaran kebangsaan dan toleransi.

“Itu terbukti, sampai hari ini, dengan 300 kelompok etnik, 1.340 suku bangsa dan 546 bahasa, kita bisa hidup berdampingan. Tak ada negara sedamai dan serukun Indonesia. Mari kita jaga ini,” tegasnya. [sul]

Tags: