Ketua Dewan Pendidikan Imbau Siswa Jauhi Islam Radikal

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Dr Syaiful Bahar saat memberikan tausiyah di Aula SMK PP Tegalampel. [ihsan kholil]

Bondowoso, Bhirawa
Wadah penerapan kecintaan terhadap Rasulullah, SMK PP Negeri 1 Tegalampel memperingati Maulid Nabi SAW, Rabu (20/11). Dengan melibatkan seluruh siswa, seluruh tenaga pendidik dan segenap karyawan SMK PP. Turut hadir Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bondowoso.
Saat memberikan tausiyah, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Dr Syaiful Bahar, mengimbau kepada semua insan pendidikan, baik guru maupun siswa agar menjauhi paham radikal. Menurutnya, faham radikal sengaja diusung Negara – negara kapital, untuk menghancurkan Islam di Indonesia dan untuk merusak tatanan bangsa yang sudah mapan ini.
“Para penganut faham radikal memperkenalkan simbol, bukan substansi agama. Mereka kerap membandingkan Pancasila dengan Alquran. Radikalisme sengaja didoktrinkan, karena negara kapital tak bisa menghancurkan Umat Islam Indonesia dengan cara sekularisme. Sehingga mereka menggunakan symbol – simbol agama Islam sebagai senajata,” papar Bahar-sapaan akrabnya.
Menurut dosen UIN Sunan Ampel itu, Rasulullah SAW mengajarkan Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang lembut. Sehingga mudah diterima semua umatnya. Dia juga mengimbau agar remaja atau pelajar wajib mencintai Rasulullah SAW. ”Alasannya, karena sebelum kita cinta ke Rasulullah, Rasulullah sudah mencintai umatnya,” terangnya.
Hal ini dibuktikan kata Bahar, suatu saat ketika nabi bersama sahabatnya, mengaku rindu dengan saudara – saudaranya. Kemudian sahabat bertanya siapa yang dimaksud saudara. Kemudian nabi menjawab, saudara yang dimaksud nabi merupakan semua orang yang tidak pernah tahu Nabi Muhammad dan tidak hidup di zamannya, tapi mereka mencintai dan menjalankan syariat yang diajarkannya. ”Jadi sebelum kita mencintai Rasulullah SAW, beliau sudah terlebih dahulu mencintai kita,” jelasnya.[san]

Tags: