Ketua DPC Partai Demokrat Dipecat, 19 PAC Syukuran

19 PAC Partai Demokrat Sumenep saat potong tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas dipecatnya Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep. [sul/bhirawa]

19 PAC Partai Demokrat Sumenep saat potong tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas dipecatnya Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep. [sul/bhirawa]

Sumenep, Bhirawa
Informasi dipecatnya ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Sumenep, Jony Tunaidi bersama dua ketua DPC Partai Demokrat lainnya se Jawa Timur oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur, mendapat respon dari 19 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di kabupaten Sumenep.
Mereka menggelar potong tumpeng, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas dipecatnya ketua DPC Demokrat Sumenep dari jabataannya. Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep, dinilai cacat moral sehingga tidak pantas sebagai pemimpin partai.
Ketua PAC Kalianget, Sarkawi mengatakan, semasa kepemimpinan Joni Tunaidi, sebanyak 19 dari 27 PAC yang ada di kecamatan dipecat tanpa sebab serta alasan yang jelas. Dia menilai, pemecatan atas ketua DPC Demokrat Sumenep oleh DPD Demokrat Jatim sangat wajar dan pantas.
“Sangat wajar jika pakde Karwo selaku ketua DPD Demokrat Jatim, memecat Ketua DPC Sumenep yang sangat arogan dan tidak tertib administrasi itu, bayangkan saja uang saksi pada pileg kemarin yang semestinya diterima usai penghitungan tidak langsung diberikan, sehingga uang saksi sebesar Rp300 juta harus ditalangi salah satu caleg DPRD Jatim,” kata Sarkawi (50), Ketua PAC Kalianget yang dilengserkan dari jabatannya semasa kepemimpinan Jony,” Minggu (4/5).
Sarkawi menilai, pemecatan Ketua DPC Demokrat Sumenep, Jony Tunaidi itu sangat tepat. Selain yang bersangkutan memang tidak layak dipertahankan karena tidak tertib administrasi, juga akan berimbas pada penyelamatan mesin partai yang ada di kabupaten. Sebab, sebentar lagi, mesin partai harus berjalan bain untuk memenangkan calon presiden (Capres) dan Calon wakil Presiden (Cawapres) yang akan didukungnya.
“Kami sangat berterima kasih dan bangga atas keputusan pakde itu, karena dengan dipecatnya ketua DPC Demokrat Sumenep, berarti menyelamatkan suara Partai Demokrat di Sumenep. Pada pilpres nanti, kami dari 19 PAC yang pernah disakiti oleh Jony, akan berjuang mati-matian untuk menyumbang suara pada Partai Demokrat,” ungkapnya.
Dia memaparkan, meski 19 PAC Sumenep sudah dipecat oleh DPC, mereka tetap eksis dan bersatu padu memperjuangkan partai Demokrat. Hanya saja, pihaknya mengaku gerakannya tidak leluasa sebagaimana waktu masih menjabat kepengurusan di PAC.
“SK kami dari  DPD, tapi kenapa yang memberhentikan kami DPC, ini kan sudah tidak beres, meskipun begitu kami masih tetap peduli dengan Demokrat, karena kami yang merintis terbentuknya kepengurusan partai Demokrat di Sumenep,” sambung RB Hafi, yang mengaku sebagai perintis Partai Demokrat di Sumenep tahun 2001.
Sementara itu Ketua DPC Demokrat Sumenep, Jony Tunaidi, saat akan dikonfirmasi mengenai informasi pemecatan oleh ketua DPD Jawa Timu, melalui ponselnya, terdengar nada tidak aktif. Bahkan dua nomor ponsel yang ia punya, sama-sama tidak bisa dihubungi.
Sedangkan Sekretaris DPC Demokrat Sumenep, Zahrir Ridho, tidak mau berkomentar terkait pemecatan ketua DPC Demokrat Sumenep itu. Ia mengatakan hal apapun yang berkaitan dengan Partai Demokrat di Sumenep, merupakan kewenangan DPD dan DPP, apalagi masalah pemecatan.
“Soal pemecatan ketua DPC Demokrat Sumenep saya tidak berhak berkomentar, masalah tersebut sudah menjadi kewenangan DPD dan DPP, apapun keputusannya, itulah yang terjadi,” terang Zahrir Ridho singkat sambil menutup ponselnya. [sul]

Tags: