Ketua FKB Bondowoso Kritik Pembangunan PLTMH

pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Micro HidroBondowoso, Bhirawa
Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Kabupaten Bondowoso, H. Tohari, S.Ag mengkritik rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro (PLTMH) yang akan dibangun di Desa Besuk, Kecamatan Klabang, Bondowoso. Pembangunan ini sebagaimana direncanakan Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang dialokasikan melalui APBD Propinsi Jatim Tahun Anggaran 2015 senilai Rp 2, 25 Miliar.
Pasalnya, daerah tersebut merupakan daerah rawan bencana banjir. Bahkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, program PLTMH tahun 2013 kemarin rusak akibat diterjang banjir. Selain itu, saat ini Desa Besuk, Kecamatan Klabang tidak membutuhkan tenaga listrik karena di daerah tersebut aliran listrik sudah terpenuhi secara keseluruhan.
“Untuk PLTMH yang rencananya akan dibangun di desa Besuk, kita sarankan agar dicek dulu di lapangan terkait dengan sumberdaya alam. Kita tak ingin setelah program itu dilaksanakan tidak berfungsi dengan baik seperti tahun sebelumnya, sebab di desa Besuk itu rawan banjir, oleh karena itu kita harap agar Pemprop Jatim berpikir ulang untuk melaksanakan kegiatan itu,” jelas Tohari saat ditemui Bhirawa di kantor DPRD, Senin (26/1) kemarin.
Dalam kesempatan tersebut Tohari juga menjelaskan jika program tersebut dipaksakan, maka nantinya menjadi beban pemerintah untuk melakukan perawatan. Dia mencontohkan seperti pembangunan tower TVRI yang dibangun di Sukorejo beberapa waktu lalu yang secara manfaat tidak maksimal dan malah menjadi beban daerah untuk membiayai perawatan dan karyawannya. “Solusi yang kami tawarkan, sebaiknya program itu dialihkan ke Program Listrik Masuk desa yang saat ini sedikitnya masih ada 156 dusun di Kabupaten Bondowoso yang belum memiliki aliran listrik,” ujarnya.
Dia menjelaskan jika dana senilai Rp 2,25 Miliar tersebut jika dianggarkan ke listrik masuk desa, diperkirakan mampu memenuhi sekitar 10 dusun. Sehingga ini akan mempercepat proses pemenuhan kebutuhan listrik di desa yang selama ini dicicil pembangunannya melalui APBD Kabupaten Bondowoso. “Ini tentu akan lebih efektif, dana itu direalisasikan ke Kabupaten Bondowoso. Dengan upaya ini mengurangi beban rakyat yang memang tidak mampu untuk membayar pemasangan listrik,” jelasnya.
Sementara itu berdasarkan keterangan dari Kepala Bagian Ekonomi, Muh Halil, bahwa program PLTMH tersebut sebelumnya memang pernah dibangun di Desa Besuk, Kecamatan Klabang. Namun program tersebut hancur akibat banjir dan saat ini tidak dapat difungsikan. “Jadi hal seperti ini sudah pernah dibangun, namun terkena bencana dan tidak dapat bern tidak dapat berfungsi,” jelas Halil.
Namun sebagai aparatur pemerintah pihak hanya menunggu, selama hal itu bisa bermanfaat untuk masyarakat maka realokasi menjadi hal yang lebih baik, ia akan menerimanya. “Tapi itu kita serahkan ke Pemprop Jatim,” katanya.
Sementara itu, H. Imron tokoh masyarakat setempat menjelaskan bahwa di desa Besuk, Kecamatan Klabang tidak membutuhkan listrik, sebab masyarakat Besuk saat ini sudah menikmati listrik secara keseluruhan. Sehingga dia menyarankan kepada pemerintah untuk mengalokasikan pada yang lebih membutuhkan. “Kita gak butuh, Pak. Disini sudah listrik terpenuhi, sebaiknya dialihkan ke tempat lain saja semisal Dusun Alas Lanjeng, Dusun Pandak dan sebagainya yang lebih butuh,” katanya. [mb7]

Tags: