Khofifah Wacanakan Pinjaman Daerah untuk Sektor Produktif

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa

Pemprov, Bhirawa
Pemerintah pusat memberikan format pembiayaan pembangunan kepada pemerintah daerah dalam bentuk pinjaman. Hal tersebut dikucurkan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dalam bentuk pinjaman daerah.
Format pembiayaan tersebut menarik Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk mendukung pembangunan di sektor produktif. Dikatakan Khofifah, format tersebut tengah dikaji untuk kebutuhan apa saja yang akan diajukan pinjaman. Di Jatim sendiri, tengah dilakukan pemetaan program yang sesuai dengan format pembiayaan tersebut.
“Saya mendapat konfirmasi dari Dirjen Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah Kementerian Keuangan, bahwa pinjaman daerah ini merupakan format baru yang sudah mulai diakses Jawa Barat dan DKI Jakarta,” tutur Khofifiah, Senin (27/7).
Pinjaman daerah tersebut rencananya hanya akan digunakan untuk sektor produktif dan Breek Event Point (BEP) bisa dihitung. Bukan untuk sesuatu yang konsumtif dan charity. Misalnya pengembangan Rumah Sakit (RS) yang saat ini sudah dalam kordinasi oleh tim yang lebih detail. Selanjutnya, rencana itu juga akan difinalisasi kembali. “Pokoknya mana yang produktif dan BEP-nya terukur, itu yang diajukan. Bukan untuk charity seperti Bansos,” tegas Khofifah.
Ditanya terkait nilainya, Khofifah tidak memberikan jawaban detail. Pihaknya hanya mengaku pinjaman daerah ini diajukan bukan karena ada kesempatan, tetapi karena ada sektor produktif yang perlu didukung pembiayaannya dan terukur BEP-nya.
Sebelumnya Khofifah juga menjelaskan, info sementara pinjaman daerah ini dapat berjalan selama 10 tahun dan bunga 0 persen. Meskipun demikian, asas kehati-hatian tetap harus dikedepankan untuk bisa memastikan bahwa setiap rupiah yang dijalankan memberi manfaat. “PakPresiden selalu bilang, tidak hanya send tetapi juga delivered,” tutur Gebernur perempuan pertama di Jatim tersebut.
Selain pinjaman daerah, Menteri Keuangan juga menyampaikan akan memberi dukungan pada lima Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang salah satunya adalah Bank Jatim. BPD Jatim sendiri diakui Khofifah akan mendapat suport dari Menkeu sebesar Rp 2 triliun. [tam]

Tags: