KIPI Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tulungagung Terjadi Penurunan

Wartawan Tulungagung menjalani vaksinasi Covid-19 dosis yang kedua di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Rabu (10/3) kemarin.

Tulungagung, Bhirawa
Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) Covid-19 yang dirasakan penerima vaksin di Kabupaten Tulungagung mengalami penurunan. Pada vaksinasi Covid-19 tahap II saat ini hanya pada angka 0,7 persen. Padahal saat vaksinasi Covid-19 tahap pertama mencapai dua persen.

Ketua Komda KIPI Kabupaten Tulungagung, dr Zuhrotul Aini, Kamis (11/3), mengungkapkan penurunan angka KIPI yang kini 0,7 persen di Kota Marmer disebabkan masyarakat sudah lebih siap saat divaksinasi. “Karena sudah siap menerima vaksin sehingga kalaupun muncul gejala ringan usai divaksin, sudah bisa diatasi dan penerima vaksin bisa beraktifitas seperti biasa,” ujarnya.

Selanjutnya ia mengungkapkan pula jika pada vaksinasi tahap I dan tahap II, gejala KIPI yang ditemukan juga masuk dalam kategori ringan. Mulai dari merasa nyeri di bekas suntikan, kemudian merasa flu pada malam hari paska menerima suntikan.

“Gejala yang dirasakan itu masuk kategori ringan. Tidak sampai harus dirawat di rumah sakit,” bebernya.

Dokter Zuhrotul Aini berharap temuan KIPI yang semakin berkurang ini dapat menimbulkan hal yang semakin positif terkait vaksinasi Covid-19. Utamanya kepercayaan diri masyarakat penerima vaksin di Tulungagung.

Sementara itu, terkait masih adanya penerima vaksin Covid-19 yang terpapar virus Covid-19, perempuan berjilbab ini mengatakan hal itu bisa saja terjadi akibat penerima vaksin sudah terjangkit virus Covid-19 sebelum divaksin dosis pertama. “Jadi ketika disuntik vaksin sedang dalam masa inkubasi virus Covid-19,” terangnya.

Namun demikian, sambung dia, penerima vaksin Covid-19 dosis pertama bisa juga terpapar Covid-19 karena belum terbentuk antibodi protektif dalam tubuh. Antibodi protektif itu baru timbul minimal dua pekan setelah divaksin dosis dua. “Karena merasa sudah divaksin kemudian tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes). Ini juga bisa membuat yang sudah divaksin tetap terpapar virus Covid-19,” jelasnya.

Ia mengaku sampai saat ini baru ada tiga laporan saja terkait penerima vaksin dosis pertama yang kemudian terpapar Covid-19. Semuanya pada vaksinasi tahap pertama atau vaksinasi pada tenaga SDM kesehatan.

“Ini perlu dicatat juga, jika orang sudah divaksin itu bisa saja tertular. Tapi kan dia sudah terbentuk antibodi. Bisa jadi virus itu bisa masuk, cuman tidak menimbul gejala. Kalaupun ada gelaja, ringan banget dan tingkat penularannya kembali juga kecil,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rohmad mengatakan hal yang sama. Ia mengungkapkan hanya ada tiga tenaga medis yang dilaporkan terpapar virus Covid-19 paska disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama pada vaksinasi tahap I lalu. “Kini tiga orang itu sudah sembuh semua,” ucapnya. (wed)

Tags: