Kisah KH Abdul Rouf Sembuh dari Covid-19 dengan Taat Aturan Dokter

Wakil Bupati terpilih KH.Abdul Rouf.(Alimun Hakim/Bhirawa).

Jaga Imun dan Iman 
Lamongan,Bhirawa 
Dibalik meningkatnya angka Covid-19 di Kabupaten Lamongan terdapat kisah pasien yang membuat kita tidak perlu untuk takut berlebihan akan virus Covid-19. 

Salah satunya adalah kisah salah satu tokoh di Kab.Lamongan yang memenangi Pilkada di Lamongan KH.Abdul Rouf. 

Seorang kyai yang digandeng Yuhronur Efendi ini sempat terpapar Covid-19 saat proses berlangsungnya tahapan Pilkada dan membuat beliau harus menjalani perawatan.  

Namun dibalik terpaparnya virus tersebut, hikmah yang dapat diambil adalah soal keteladanan untuk selalu menjaga kesehatan khususnya bagi yang ingin cepat sembuh dari corona virus desease 2019 atau Covid-19.

Masyarakat bisa belajar dari kisah KH. Abdul Rouf yang berhasil sembuh dari virus yang sedang melanda dunia ini. 

Meskipun usianya sudah diatas 50 tahun dan kondisinya sempat kritis, hingga dirawat di ruang ICU selama 5 hari,KH.Abdul Rouf  akhirnya sembuh dengan waktu isolasi yang cukup singkat 15 hari.

Resep Kyai Rouf bisa sembuh dengan waktu yang relatif cepat, salah satunya karena terus menjaga keimanan, ibadah dan ada istri tercinta yang selalu mendampingi ketika menjalani isolasi di salah satu Rumah Sakit Swasta di Kota Surabaya.

Meski sebenarnya, secara aturan tidak ada orang yang boleh mendampingi pasien Covid-19, karena alasan penularan yang cepat. Namun, karena rasa sayangnya yang besar kepada sang suami, Narti Sa’adah Rouf nekat untuk mendampingi sang suami meskipun nyawa jadi taruhannya.

“Kuncinya saya terus berfikir positif, tetap menguatkan iman dengan ibadah. Dan juga berkat istri saya yang terus merawat dengan penuh cinta dan kasih sayang,” ungkap Kyai Rouf, kepada Bhirawa,Kamis(31/12).

Rasa ingin sembuh yang tinggi juga harus dimiliki setiap pasien Covid-19. Karena dengan itu akan mampu meningkatkan imunitas dan mempercepat kesembuhan.

“Salah satu yang selalu saya jalankan saat isolasi adalah, saya harus makan dan rajin minum obat. Meskipun itu rasanya tidak enak bahkan bisa jadi seperti tidak ada rasa. Tapi saya terus rutin dan disiplin makan,” tegasnya

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Qulub, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan ini juga terus mengikuti instruksi yang diberikan oleh tim medis.

“Saya juga berusaha maksimal mengikuti apa yang disampaikan oleh dokter, seperti selalu berfikir positif, olahraga ringan dan minum obat,” terang mantan Kepala Baznas Lamongan ini.

Pria yang aktif di organisasi Nahdlatul Ulama ini juga menceritakan tentang pahitnya menjalani sakit akibat Covid-19. Sehingga ia berpesan kepada masyarakat agar disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Awal gejala badan saya panas. Bagian dada juga terasa sesak dan panas. Rasanya tidak enak sekali, kondisi tubuh juga sempat lemah tiga hari, sehingga harus masuk ICU,” ujarnya.

Kyai Rouf berpesan agar masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Diantaranya dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

“Jangan anggap remeh virus ini, karena nyata adanya. Banyak orang yang di rawat di ICU bersama saya waktu itu meninggal dunia. Ayo disiplin, jangan remehkan,” pungkasnya.(aha.yit)

Tags: