Kisah-kisah Inspiratif Pembangun Jiwa

Cover Buku Inilah Jalanmu Menuju SurgaJudul Buku  : Inilah Jalanmu Menuju Surga
Penulis    : Abi Haidar
Penerbit  : Safirah
Cetakan  : I, November 2014
Tebal    : 188 halaman
ISBN    : 978-602-255-733-3
Peresensi  : Oleh Sam Edy Yuswanto*
Penulis lepas, bermukim di Kebumen.

Dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan jalan terjal berliku ini, terkadang kita membutuhkan keteladanan dari orang lain, yang berguna untuk menginspirasi sekaligus memotivasi diri kita sendiri agar menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Sebab, salah satu tanda orang-orang yang beruntung adalah jika apa yang dikerjakan hari ini lebih baik dari hari kemarin.
Buku berjudul ‘Inilah Jalanmu Menuju Surga’ yang disusun oleh Abi Haidar ini, berisi sekumpulan kisah inspiratif yang dapat dijadikan sebagai salah satu referensi dalam rangka membangun jiwa dan pemompa semangat untuk memperbanyak melakukan kebajikan yang senantiasa diridhai oleh Allah Swt.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah Saw. bersabda, “Orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang bermanfaat kepada orang lain”. Kalimat bijak yang pernah diucapkan oleh beliau seyogianya dapat dijadikan sebagai penyemangat bagi kita untuk berlomba-lomba menjadi manusia yang gemar berbagi kepada sesama.
Banyak sekali hal-hal yang dapat kita lakukan untuk berbagi dengan orang-orang yang berada di sekeliling kita. Misalnya, dengan cara bersedekah dan berqurban. Sebagaimana yang pernah dilakukan oleh perempuan bernama Yati pada saat hari raya ‘Idul Adha beberapa waktu lalu. Sungguh tidak ada yang menyangka, Yati, yang hanya berprofesi sebagai pemulung, memiliki niat yang begitu tulus dan suci untuk berbagi kepada sesama dengan cara berkurban 2 ekor kambing dengan total harga 3 juta rupiah.
Selama tiga tahun, ia berusaha menyisihkan uang sedikit demi sedikit demi mewujudkan mimpinya berqurban di hari raya ‘Idul Adha. Meskipun dirasa berat, namun keinginan untuk berqurban sangat menancap kuat dalam dirinya. Profesi pemulung sama sekali tak membuat Yati dan Maman, suaminya, selalu ingin mengharapkan bantuan dari orang lain. Mereka berdua sesekali juga ingin berperan sebagai ‘tangan yang di atas’. Bukankah tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah?
Setelah cita-cita ingin berqurban berhasil terwujud hingga mencengangkan banyak orang, lantas banyak media yang merasa penasaran dan berlomba-lomba untuk meliputi kisahnya yang sangat inspiratif dan memotivasi orang lain untuk berqurban. Puncaknya, sebuah kabar gembira menghampiri kehidupan Yati dan suaminya. Seseorang bernama Reiner Daulay, merasa terharu dengan kisah hidupnya, lantas menggalakkan dana untuk menghajikan Yati beserta suaminya (hal 29-42).
Kisah inspiratif lainnya datang dari Lauren Booth, perempuan yang dekat dengan keluarga Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris yang pernah mendukung Bush untuk menyerang Irak. Lauren Booth sontak menggemparkan Eropa setelah memutuskan untuk menjadi seorang mualaf. Ia terketuk hatinya untuk masuk agama Islam setelah mempelajari kitab suci Al-Quran dan juga mempelajari kebiasaan perempuan-perempuan muslimah di Timur Tengah.
Ia mengaku banyak mendapatkan ajaran tentang kemanusiaan melalui Al-Quran. Maka, tak heran bila ia begitu antusias membela Palestina di dunia internasional. Bahkan ketika Israel menyerang Gaza, bersama 46 aktivis pro-Palestina ia berangkat menuju Gaza, sayangnya mereka tak diperbolehkan memasuki wilayah sengketa oleh pihak Israel dan Mesir.
Setelah memutuskan masuk Islam, ia juga mengubah gaya penampilannya dengan mengenakan baju muslimah dan berjilbab. Selain itu, kebiasaan buruknya yang semula senang mengonsumsi alkohol dan makan daging haram, juga langsung dihentikannya. Ia merasa lebih tenang setelah masuk Islam, meskipun ia harus dibenci oleh kedua orangtua dan kakak tirinya, Cherrei, yang adalah istri dari Tony Blair (hal 10-16).
Kisah yang dialami oleh Lauren Booth dapat dijadikan sebagai bahan perenungan bagi kita semua, terlebih bagi para perempuan yang mengaku beragam Islam sejak kecil namun memiliki gaya hidup yang sangat jauh dari norma dan ajaran syariat Islam.
Kisah inspiratif lainnya dapat ditemukan dalam buku ini, antara lain: kisah kesuksesan B.J. Habibie yang ternyata memiliki kebiasaan berpuasa Senin-Kamis, kisah pria bernama Wahyu, mantan pemulung yang dengan kegigihannya kemudian berhasil menjadi orang sukses, dan lain sebagainya.

                                                                                                               ————– *** —————

Rate this article!
Tags: