Kisah Suyatno, Menjadi PSM Kota Madiun Sejak 21 Silam

Ketua PSM Kota Madiun, Suyatno saat beraktivitas sebagai relawan. Dia berhasil menjadi Terbaik I PSM Teladan Provinsi Jatim.

Berdayakan PPKS dengan Wirausaha, Raih Terbaik I PSM Teladan Provinsi Jatim

Pemprov Jatim, Bhirawa
Bagi warga Kota Madiun, Suyatno yang lebih dikenal dengan nama Yayak bukan nama yang asing. Namanya lekat dengan dunia kerelawanan. Bagaimana tidak? Ia berkecimpung sebagai Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) sejak 21 tahun yang lalu. Pribadinya yang egaliter dan mengayomi membuatnya dipilih menjadi Ketua Ikatan PSM (IPSM) Kota Madiun. Tak hanya itu, dia juga aktif sebagai tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama.

Di tengah kesibukannya, nama Yayak juga kondang sebagai produsen sekaligus supplier mi. Namanya telah menjadi jaminan mutu. Bahkan, hampir 85 persen penjual bakmi di wilayah Kota Madiun dan sekitarnya merupakan pelanggannya.

Aktivitasnya sebagai relawan dan wirausahawan tidak pernah bertentangan. Sebaliknya, keduanya saling melengkapi. Dalam menangani pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS), Yayak kerap menggunakan kepiawaiannya dalam membuat mi dan olahan makanan lain untuk memberdayakan PPKS.

Dedikasi dan kreativitas Yayak dalam menangani PPKS pun menuai apresiasi. Pria berusia 54 tahun ini dinobatkan sebagai Terbaik I PSM Berprestasi Tingkat Provinsi Jatim Tahun 2023. Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2023 di Sidoarjo, 21 Desember 2023 lalu.

Pencapaian itu sangat disyukuri Yayak. Baginya, ini adalah kado manis dari pekerjaan sosial yang dia geluti sejak dua dekade silam. Menurut Yayak, orang sosial itu bekerja tanpa punya tendensi apa pun. Hanya mau menolong dan memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan.

“Sering saya katakan kepada teman-teman, PSM itu seperti malaikat. Diperintah apa pun, di mana pun, jam berapa pun, berangkat. Tanpa menanyakan upahnya berapa. Upahnya apa? Yaitu, ketika berhasil menolong orang yang membutuhkan. Kepuasannya luar biasa. Ternyata pemerintah sangat antusias dan memperhatikan PSM, sehingga ketika ada lomba, ndilalah saya dapat hadiah. Saya luar biasa senang. Itu salah satu pengalaman luar biasa,” ucapnya penuh senyum, saat ditemui di kediamannya, medio Januari 2024 lalu.

Bapak dari dua putra ini mengisahkan, sebelum terjun menjadi PSM pada tahun 2021, terlebih dulu dia menjadi penjual mi ayam di Pasar Besar Madiun. Kemudian, pada tahun 2005, Yayak mendapatkan bantuan peralatan dari pemerintah untuk membuat mi. Dia pun memberanikan diri untuk mulai produksi. Lambat laun, produknya mulai dikenal.

Tak hanya menjadi produsen mi, Yayak juga menularkan ilmunya kepada banyak orang, kebanyakan dari mereka adalah PPKS. Mulai dari fakir miskin, lansia, wanita rawan sosial ekonomi, anak berhadapan dengan hukum (ABH), hingga bekas warga binaan pemasyarakatan (BWBP). Dua kali dalam sebulan, Yayak membuat pertemuan dan mengajari mereka membuat mi basah, bakso, mi goreng, mi ayam krupuk, dan roti.

Dia juga menjadi mitra kerja Balai Pemasyarakatan (Bapas) Madiun, sehingga rutin memberikan pelatihan dan pendampingan keterampilan kepada warga binaan pemasyarakatan yang berasal dari daerah eks Karesidenan Madiun. Lalu, dalam momen Hari Santri 2023 lalu, Yayak memberikan pelatihan kepada santri di Kota Madiun.

Tak berhenti di situ. Setelah mengajarkan cara pembuatan mi atau keterampilan lainnya, Yayak juga memberikan bimbingan dan pendampingan dalam perizinan usaha serta penjualannya. Dia berkomitmen untuk mengurangi pengangguran dengan melahirkan banyak wirausaha baru. Kini daerah tempat tinggalnya, Kelurahan Manguharjo, dikenal sebagai sentra industri mi di Kota Madiun.

Yayak mengungkapkan, dulu cara pembuatan mi bersifat sangat rahasia, tidak boleh diketahui banyak orang. Namun, dia mengajarkan ilmunya kepada banyak orang tanpa takut tersaingi. Ketika ditanyakan motivasinya, Yayak menjawab dengan penggalan lirik lagu “Tiga Perkara” Nasida Ria.

“Apabila anak manusia. Telah pergi ke alam baka. Putus sudah semua amalnya. Kecuali hanya tiga perkara. Yang pertama sodaqoh jariyah. Keduanya ilmu yang berguna. Berguna untuk sesamanya. Dan ketiga doa anak yang soleh. Yang akan dapat meringankan dosa,” katanya, sambil bersenandung.

Bagi Yayak, lagu yang terinspirasi dari hadis Nabi Muhammad SAW itu menjadi prinsip yang dia pegang dalam kehidupan sehari-hari. Yayak yakin ilmu yang dia bagikan saat ini akan sangat bermanfaat saat dia menghadap Allah SWT di akhirat nanti. Ia berharap, ketika meninggal dunia nanti, pahala dari ilmu yang berguna akan terus mengalir kepadanya.

“Ketika ilmu saya dibagikan, tidak akan surut dan hilang, justru akan bertambah. Terbukti, dulu saya mau beli satu baju saat lebaran, sampai menangis karena tidak bisa. Sekarang, alhamdulillah bisa membelikan banyak orang. Menangis juga, tapi menangis bahagia,” tutur Ketua Paguyuban Penjual Mie Madiun dan Koordinator Paguyuban Tunggal Rasa Wilayah Indonesia Timur ini.

Salah satu wirausaha yang berhasil dilahirkan Yayak ialah Wayan Agus Wicaksono. Dia mulai dibina Yayak sejak tahun 2016. Sebagai BWBP, Wayan sempat merasakan sulitnya mencari pekerjaan. Namun, dia diterima Yayak sebagai karyawan dengan tangan terbuka. “Selain bekerja sama pak Yayak, mulai tahun 2019 saya juga nyambi jualan mi dan nasi goreng. Alhamdulillah, sekarang saya sudah banyak pelanggan,” kata ayah dua orang anak ini penuh syukur.

Di sisi lain, Lurah Manguharjo Rudianto Amd mengaku sangat bangga dan mengapresiasi penghargaan yang diraih Yayak sebagai Terbaik I PSM Teladan tingkat Provinsi Jatim. Menurutnya, Yayak merupakan aset berharga Kelurahan Manguharjo, bahkan Kota Madiun.

“Kami memberikan dukungan penuh kepada PSM. Salah satunya, dengan memberikan fasilitas ruangan untuk PSM guna mengoptimalkan kinerja mereka dalam menangani permasalahan sosial di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Rudianto berharap prestasi ini tidak hanya berhenti di sini, melainkan menjadi pemacu untuk Yayak dan PSM lain agar terus mengaktualisasikan diri dan selalu berupaya menjadi orang yang lebih baik. [Rachmat Caesar BS]

Tags: