KKKS Bantu Alat Sekolah Bagi Anak Penderita Kusta

Ketua KKKS Nunung serahkan bantuan pendidikan kepada anak penderita kusta. [wiwit agus pribadi]

Puluhan SD di Kabupaten Probolinggo Terima Bantuan Alat Cuci Tangan
Probolinggo, Bhirawa
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak, Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Probolinggo memberikan bantuan tambahan alat-alat sekolah bagi penderita kusta dari keluarga tidak mampu di tiga kecamatan meliputi Kecamatan Leces, Maron dan Lumbang, Senin (27/7).
Bantuan kelengkapan sekolah berupa tas sekolah, alat tulis dan sepatu diberikan kepada 8 (delapan) anak penderita kusta oleh Ketua Umum KKKS Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko yang didampingi para pengurus.
Untuk Kecamatan Leces, terdapat 2 (dua) orang anak yang berasal dari Dusun Ky. Hasan Desa Kerpangan serta Dusun Krajan Desa Jorongan. Sedangkan di Kecamatan Maron, terdapat satu orang anak berasal dari Dusun Paras Desa Pegalangan serta Dusun Rowo Desa Wonorejo. Sementara untuk Kecamatan Lumbang, ada dua orang anak dari Dusun Krandon Desa Sentul dan satu orang anak dari Dusun Randu Gugut Desa Purut.
Program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui KKKS berupa pemberian bantuan alat-alat sekolah bagi anak penderita kusta dari keluarga tidak mampu ini sebagai wujud kepedulian yang harus diperhatikan. Sebab anak penderita kusta patut didukung agar supaya giat dan semangat dalam menimba ilmu pendidikan di sekolah, ujar Hj. Nunung Timbul Prihanjoko.
Ketua Umum KKKS Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko mengharapkan bantuan ini dapat bermanfaat untuk kebutuhan belajar. Dan dalam belajar di sekolahnya selalu diberikan ilmu yang barokah dan bermanfaat untuk bangsa dan negara.
“Harapan kepada anak-anak yang telah menerima bantuan ini, tetap semangat dalam menimba ilmu di sekolah dan berjuang untuk yang terbaik selama di sekolahnya agar supaya dimasa depan nantinya dapat merubah kehidupannya menjadi kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Selain itu puluhan lembaga pendidikan SD/MI di 12 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo, menerima bantuan alat cuci tangan dari Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Probolinggo. Ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19 di lokasi sekolah.
Lebih lanjut Nunung Timbul Prihanjoko beserta pengurus menyerahkan bantuan alat cuci tangan yang diterima oleh Kepala SDN untuk kebutuhan para siswa siswi di sekolah dalam rangka mengantisipasi adanya penularan virus corona di Pendopo Kecamatan Maron, kabupaten setempat.
Bantuan alat cuci tangan ini didistribusikan pada 8 SDN di 4 kecamatan. Diantaranya SDN Maron Wetan 1 dan SDN Maron Wetan 2 Kecamatan Maron, SDN Pesawahan 1 dan SDN Ranuagung 1 Kecamatan Tiris, SDN Batur 2 dan SDN Prasi 1 Kecamatan Gading serta SDN Pakuniran 1 dan SDN Sogaan 1 Kecamatan Pakuniran. Masing masing sekolah/lembaga pendidikan memperoleh 2 set alat cuci tangan.
Bantuan alat cuci tangan dari KKKS Kabupaten Probolinggo juga akan diberikan pada Selasa (28/7) di lembaga pendidikan SD/MI di 4 kecamatan. Meliputi SDN Sumber 1 dan SDN Sumber 4 Kecamatan Sumber, SDN Wonoasri 1 dan SDN Wonoasri 2 Kecamatan Kuripan, SDN Patalan 1 dan SDN Sepoh Gembol 1 Kecamatan Wonomerto, SDN Bayeman 1 dan SDN Bayeman 2 Kecamatan Tongas.
Untuk Rabu (29/7), bantuan alat cuci tangan juga akan didistribusikan di SDN Randuputih 2 dan SDN Mranggon Lawang 1 Kecamatan Dringu, SDN Bulu dan SDN Sidopekso Kecamatan Kraksaan, SDN Alasnyiur dan SDN Sumurdalam Kecamatan Besuk serta SDN Sidodadi dan SDN Jabung Sisir 1 Kecamatan Paiton.
Dikatakannya bantuan ini diberikan untuk mengarahkan anak-anak sekolah agar aktif melaksanakan protokol kesehatan.
“Salah satunya gerakan disiplin cuci tangan untuk mencegah penularan virus corona di lembaga sekolah. Sehingga siswa siswi di sekolah selalu sehat dan dapat mengikuti proses pembelajaran di sekolahnya dengan baik di tengah-tengah pandemi COVID-19,” tuturnya.
Menurut istri Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko ini, dengan membiasakan penerapan cuci tangan, hal ini sebagai metode untuk mengarahkan siswa siswi di sekolah terbiasa melakukan cuci tangan. “Dengan demikian, siswa siswi bisa terhindar dari penyakit, khususnya virus corona yang membuat resah dan pada akhirnya menggangu kelancaran aktivitas pendidikan di sekolah,” tambahnya. [wap]

Tags: