Kolaborasi untuk Sukseskan Vaksinasi

HM Irsyad Yusuf

HM Irsyad Yusuf
Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf membuat gerakan vaksinasi kolaborasi. Yaitu sebuah gerakan yang melibatkan seluruh anggota Forpimda (Forum Pimpinan Daerah), hingga semua lapisan masyarakat agar percepatan vaksinasi menyentuh desa bisa tercapai.
Gus Irsyad, sapaan akrabnya HM Irsyad Yusuf menyatakan, gerakan tersebut untuk mengkolaborasikan semua potensi dan kekuatan. Mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, ASN (seluruh tenaga kesehatan dan pengamanan), Toga (tokoh agama), Tomas (tokoh masyarakat) hingga relawan dari organisasi kepemudaan di desa sasaran.
Adapun praketknya adalah vaksinasi tidak lagi dilakukan di puskesmas maupun kecamatan. Melainkan petugas kesehatan langsung turun ke desa-desa untuk menvaksin warga agar prosentase cakupan vaksinasi terus meningkat dan merata di semua wilayah di Kabupaten Pasuruan.
“Vaksinasi kolaborasi ini, kami mengkolaborasikan semua potensi dan kekuatan. Mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Pemda hingga kecamatan kita gerakkan sampai desa. Saat ini untuk tempatnya bukan di Puskesmas tapi langsung grebek desa. Vaksinator langsung turun di Balai Desa untuk menyuntikkan vaksin ke warga,” ujar Gus Irsyad.
Saat vaksinasi, Pemkab Pasuruan melibatkan para vaksinator di RSUD maupun puskesmas hingga nakes yang bekerja di RS swasta serta klinik-klinik kesehatan. Vaksinasi akan dilaksanakan di 16 kecamatan yang prosentase capaian vaksinasi lebih tinggi bila dibandingkan dengan 8 kecamatan lain.
“Awalnya kecamatan yang kasus aktifnya tinggi, tapi saat kecamatan yang capaian vaksinasinya masih rendah menjadi prioritas. Tentunya kecamatan lainnya juga menjadi perhatian,” papar Gus Irsyad.
Saat ini, sudah tidak ada warga Kabupaten Pasuruan yang dinyatakan terpapar Covid-19 maupun yang meninggal dunia karena virus korona. Kasus aktif Covid-19 juga menurun drastis. Pada Minggu (19/9) kemarin, hanya menyisakan 52 orang yang dirawat.
Sebelumnya, wilayah Kabupaten Pasuruan sempat masuk level 1 PPKM, namun saat ini kembali ke level 2. Menurut Gus Irsyad, pemerintah pusat memberikan kebijakan baru bagi daerah yang level kasus positifnya sangat rendah, harus diimbangi dengan cakupan vaksinasi yang bisa menyentuh di angka 50-70 persen agar bisa masuk ke level 1.
Sementara ini, datangnya vaksin ke Kabupaten Pasuruan juga secara bertahap. Sehingga Pemkab Pasuruan hanya bisa menunggu datangnya vaksin.
“Terkait vaksin, yang punya kebijakan adalah pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Timur. Kita bukannya lambat, tapi perlu kita pahami bahwa vaksin datangnya bertahap. Pertama kita prioritaskan nakes 1 yang sudah 100 persen. Belum lagi layanan publik seperti TNI, Polri, ASN, lansia, ibu hamil, pelajar, disabilitas dan remaja terus kita vaksin selagi ada stok vaksin,” jelas Gus Irsyad.
Gus Irsyad tak henti-hentinya mengajak seluruh warga agar ikut peduli terhadap sesama. Tujuan vaksinasi untuk menciptakan herd community atau kekebalan kelompok. “Kami berharap agar masyarakat bersabar dan untuk ikut peduli. Karena dengan mengikuti vaksinasi, maka sudah ikut peduli pada sesama, keluarga dan lingkungan atau daerah,” tegas Gus Irsyad. [hil]

Rate this article!
Tags: