Kominfo Jatim Awali Sosialisasi SDI di Wilayah Bakorwil V Jember

Rudi Prasetya Kabid Pengelolaan Data dan Statistis Kominfo Provinsi Jatim saat memberkan materi dalam Rakor Singkronisasi dan Fasilitasi Penyelenggaraan Statistik dan Persandian yang digelar Bakorwil V Jember, Selasa (3/12).

Jember, Bhirawa
Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Provinsi Jawa Timur sudah mulai sosialisasi Satu Data Indonesia (SDI) diwilayah Bakorwil V Jember. Meskipun hanya sebatas menyamakan persepsi, diharapkan masing-masing daerah mempersiapkan diri dalam one data menuju smart governance untuk percepatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami menyamakan persepsi terkait satu data, ternyata mereka belum memahami betul. Kominfo, Bappekab dan BPS (Badan Pusat Statistik) harus duduk satu meja, saling bersinergi, singkronisasi dan berkolaborasi, sehingga siapa dan menjalankan apa yang tujuannya untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Rudi Prasetya Kabid Pengelolaan Data dan Statistis Kominfo Provinsi Jatim usai menjadi nara sumber dalam Rakor Singkronisasi dan Fasilitasi Penyelenggaraan Statistik dan Persandian yang digelar Bakorwil V Jember, Selasa (3/12).
Menurut Rudi, SDI ini baru beberapa bulan disetujui oleh Presiden dan progresnya baru disosialisasikan 2020 mendatang. Sehingga konsepnya dilakukan secara bertahap. “Kita masih kumpulkan data sektoral, kemudian kita olah menjadi informasi. Semua nanti terfokus di Kominfo sebagai wali data sedang Bappekab sebagai selretariat dan BPS sebagai pembina. Sedang OPD-OPD sebagai produsen data.Produsen pengumpul data, dikirim ke Kominfo kemudian dibagikan ke Bappekab dan BPS. Begitu kira-kira kosepnya, baik tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, dari data itu nanti digunakan Bupati/Walikota dan Gubernur untuk mengambil kebijakan,”terangnya.
Untuk sementara, kata Rudi, data prioritas yang diutamakan adalah data sektoral.”Misalnya data yang ada di OPD sektor pendidikan, sektor kesehatan. Kalau dulu semua sektor ditangani oleh BPS, tapi dalam one data ini semuanya terpusat di Kominfo sebagai wali data,” tandasnya
Sementara, Thomas W Tjahjo Kabid Itegrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS) BPS Jatim merespon positif program SDI. Karena menurut Thomas akan mempermudah mengakses data data karena terkonsentrasi dalam satu tempat (kominfo).” Sedang BPS dalam SDI sebagai pembina data. BPS menguji kwalitas data dari OPD (produsen) yang diserahkan kepada kominfo (wali data), jika dirasa perlu diperbaiki haris diperbaiki. Kemudian, jika OPD akan melakukan survey, harus mendapat rekomendasi dari BPS via Kominfo, sehingga ada efisiensi dan tidak tumpang tindih,” kata Thomas kemarin
Kepala Bakorwil V Jember R.Tjahjo Widodo mengatakan, satu data statistik bernilai penting untuk akurasi pembangunan. Sehingga sinergitas dan integrasi antar kebutuhan data provinsi dan kabupaten/kota dalam pendataan bernilai strategis.” Untuk menyatukan data sektoral diperlukan koordinasi dari pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota untuk membangun sistem data yang lengkap. Dibutuhkan ketelitian dan koordinasi lintas sektor, yakni kerjasama dan kolaborasi antar BPS, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota sehingga tercipta basis data yang akurat, terkini dan terpercaya kualitasnya,” ujar Tjahjo kemarin.
Tujuan dari SDI kata Tjahjo, memberikan acuan pelaksanaan dan pedoman bagi instansi pusat dan instansi daerah dalam penyelenggaraan tata kelola data. Mewujudkan ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggung jawabkan, serta mudah diakses dan dibagipakaikan antara instansi pusat dan daerah.” Sehingga dapat mendorong keterbukaan dan transparasi data, serta mendukung sistem statistik nasional sesui perundangan,” pungkasnya.(efi)

Tags: