Komisi A Back Up Pembangunan Makam Estate Sidoarjo

21-makamSidoarjo, Bhirawa
Peliknya penyediaan makam di Kabupaten Sidoarjo yang kini mulai padat penduduknya itu terus dilakukan, baik oleh Pemkab setempat maupun oleh para pengembang. Pihak desa yang dekat dengan perumahan pun tidak mau tahu soal kesulitan warga perumahan yang meninggal dunia. Mereka menolak jika jenazahnya dimakamkan di makam desa.
Makam desa untuk orang desa, bukan untuk jenazah luar desa. Misalnya warga Perum Deltasari, Waru, yang berkeluh kesah karena tidak diizinkan desa untuk dikubur di makam desa.  Di Perumahan Tropodo Asri dan Tropodo Indah, Waru, pun juga demikian.
Warga baru harus menyetorkan uang Rp1,5 juta apabila kelak keluarganya yang meninggal ingin di kubur di makam desa yang terlatak di Jl Tropodo I tersebut. Uang itu harus diserahkan ke panitia desa yang mengelola makam, apabila tidak, jangan harap boleh dikubur di pemakaman islam tersebut. Namun tentu saja pengelola makam menyediakan fasilitas khusus seperti kain kafan, penggali kubur, kembang, modin. Sehingga pihak keluarga tidak perlu repot-repot lagi. Namun keserasian begini hanya terjadi di desa tertentu. Namun ada juga desa memilih pemakaman ekslusif seperti yang terjadi di perumahan Taman Pondok Jati  (TPJ) tersebut.
Ketua REI Sidoarjo, Susilo Effendi, mengakui tidak mudah menangani makam.  Saat ini pihaknya telah menyediakan lahan makam 1000  meter untuk warga perum Taman Pondok Jati. Tujuannya, untuk  melayani pemakaman warga perumahan yang lokasinya diantara dua desa. Kebetulan lokasi makam berada di satu desa yakni Kedingturi.
“Rupanya ini menjadi masalah, saat warga perumahan TPJ yang lokasi rumahnya di Desa Geluran ditolak dikubur disitu. Kan repot kalau begini, padahal makam itu disediakan pengembang tapi desa yang mengatur-atur,” kata Susilo yang juga pengembang dari TPJ tersebut.
Komisi A DPRD Sidoarjo terus mendorong, distorsi makam juga dipelihara. Harus ada solusi agar Pemkab menyediakan lahan sendiri. Gaungpun bersambut, yang dijawab Pemkab Sidoarjo dengan  menugaskan REI Sidoarjo untuk menyediakan makam umum di Desa Gamping Rowo, Kecamatan Tarik.
Sudah 3 hektar tanah dibebaskan, dari 20 hektar tanah yang akan dibebaskan seluruhnya. Lokasinya yang sekitar 20 km dari kota Sidoarjo atau lebih dekat bila ditempuh dari Mojokerto atau Mojosari, tidak menjadi soal. Desain makam itu akan berunsur entertainment. Keindahan dan kenyamanan ditonjolkan, sehingga yang ke sana nanti tidak merasa berada di tempat yang menyeramkam.
Wakil Ketua Komisi A, Warih Andono, menyatakan itu langkah tepat untuk mengatasi  persoalan makam. Komisi A akan membekup pembangunan makam umum ini. “Saat ini kita sudah membebaskan lahan 3 hektar dan sudah diuruk dan siap ditempati untuk makam. Tapi target kita untuk memenuhi makam sekelas San Diego Hills kita akan membebaskan lahan 20 hektar,” ujarnya.
Pembangunan makam estate di Gampingrowo memang  solusi mengatasi kebutuhan makam di Kota Delta ini. Pembangunan makam itu hasil iuran dari sejumlah pengembang perumahan untuk membangun makam bersama. Hal itu dikarenakan tidak semua pengembang bisa menyediakan fasilitas makam sendiri.
REI  Sidoarjo membuat konsep makam San Diego Hills, Jakarta, agar makam di Gampingrowo tersebut tidak terkesan angker dan menyeramkan. Fasilitas yang akan dipenuhi, seperti mushalla, taman dan makam tidak boleh dibuatkan kijing ( bangunan) biar kelihatan asri.  Makam estate, akan dipetak-petak untuk beberapa pemakaman sesuai dengan agama yang ada di Indonesia, termasuk untuk umat Hindu. Meski dipetak-petak, pemakaman tersebut ada di satu kawasan yang nantinya akan dilengkapi dengan taman.
Saat inipun makam estate itu sudah bisa ditempati. Karena, saat ini lahan seluas 3 hektar sudah diuruk dan sudah bisa digunakan. Pihaknya akan membangun makam estate itu secara bertahap. ” katanya.
Ketua REI Sidoarjo, Susilo mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkab Sidoarjo. Nantinya, makam estate itu diserahkan ke pemkab bisa secara bertahap atau langsung keseluruhannya. Dia menarget tahun ini makam estate sudah bisa digunakan dan dibangun seperti konsep makam San Diego Hills.
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan saat ini pemkab sudah mempunyai pemakaman umum di Delta Praloyo, Desa Gebang, Sidoarjo. Namun, semakin banyaknya perumahan harus dilengkapi dengan pemakaman umum. Salah satunya dengan membuat makam estate yang kini sedang dikerjakan oleh REI Sidoarjo.
Dalam pembangunan makam estate itu harus jauh dari kesan angker. Bahkan yang harus dilakukan REI Sidoarjo bagaimana membuat makam tersebut asri dan menjadi daya tarik wisata. Dia sangat setuju jika konsepnya meniru makam San Diego Hills yang merupakan kawasan pemakaman tertata bagus dengan konsep taman. [adv.hds]

Tags: