Komisi B Dewan Gresik Segera Panggil Dirut PDAM

PDAMGresik, Bhirawa
Dalam waktu dekat Komisi B DPRD Gresik berencana memanggil Dirut dan manajemen PDAM. Guna melakukan klarifikasi terkait adanya laporan masyarakat aliran yang tak lancar. Selain itu, dipertanyakan keseriusan kinerja PDAM Gresik itu.
Menurut Sekretaris Komisi B, Sujono, memang sudah lama Komisi B berencana memanggil pihak manajemen dan seluruh jajaran Direktur di PDAM. Untuk mencari tahu lebih dalam apa yang menjadi kendala PDAM selama ini. Sehingga, solusi yang bisa diambil nantinya bisa dimasukan kedalam R-APBD 2015. Sebab meski kinerja PDAM selalu mendapat kritikan dari masyarakat. Namun tak kunjung ada perbaikan, nanti akan digali persoalanya, apakah karena urusan anggaran atau memang karena SDMnya yang kurang baik.
”Keluhan pelanggan selama ini, selain karena aliran air yang tak lancar, tagihan yang harus dibayar pelanggan juga tak sesuai dengan penggunaan air. Kalau seperti ini terus maka akan sangat merugikan pelanggan. Apakah dilakukan pencatatan meteran atau hanya perkiraan saja. Dari biasa tiap bulan yang dikenakan, sehingga pada bulan berikutnya kalau konsumen memakai sedikit  namun tagihan tetap saja tinggi akibatnya merugikan konsumen,” papar Sujono.
Sujono juga menegaskan, kabar yang terima dewan, perbedaan pembayaran dengan kondisi aslinya karena PDAM tak pernah datang langsung untuk mencatat meteran warga. Selain itu, jumlah tagihan masih tinggi bukan karena tekanan air. Namun tekanan udara saja sebab air tak ada. Sebab meski airnya tak keluar namun bila tekanan udara kuat, ternyata bisa memutarkan meteran sehingga jumlah tagihan menjadi tinggi padahal air tak dinikmati konsumen.
Ditambahkan Sujono, Komisi B segera mengagendakan  pemanggilan PDAM. Sebab memang banyak laporan masuk ke komisi, selain menanyakan keluhan konsumen. Komisi nanti juga memang ingin mencari tahu lebih dalam, apa yang menjadi kendala PDAM selama ini.
Sehingga bisa cari solusinya dan bisa dimasukan kedalam R-APBD 2015. Kalau memang nanti persoalan SDM yang kurang mumpuni, pihaknya akan mengusulkan perombakan birokrasi PDAM. Jangan sampai orang-orang yang tak berkapasitas tetap dipertahankan. ”Kalau memang perlu dilakukan perombakan besar-besaran, yang penting itu bisa memperbaiki kinerja PDAM,” tegasnya.
Terpisah Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Saidah mengatakan, memang  di beberapa tempat air PDAM tak pernah menyala. Padahal, meskipun tak menyala mereka tetap harus membayar beban penggunaan. Karena kalau tak dibayar akan diputus itu saja alasan PDAM, konsumen hanya bisa pasrah. Dan kalau seperti ini jelas-jelas merugikan pelanggan, terus untuk apa memakai PDAM kalau tak bisa digunakan. [kim]

Tags: