Komisi B Minta Sektor Pariwisata Patuhi Protokol Kesehatan

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Eko Prasetyo Wahyudiarto

DPRD Jatim, Bhirawa
DPRD Jawa Timur mengajak pemerintah daerah untuk bersinergi bersama dengan Pemerintah Provinsi dalam membuka kembali pariwisata. Di era new normal, pembukaan kembali sektor pariwisata harus didukung fasilitas kesehatan.

“Protokol kesehatan di sektor pariwisata merupakan konsep baru yang harus dipahami oleh pemerintah daerah. Di sinilah, pentingnya sinergi pemerintah provinsi dan daerah,” kata Anggota Komisi B DPRD Jatim, Eko Prasetyo Wahyudiarto dikonfirmasi, Kamis (16/7) kemarin.

Misalnya, dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Pemda bersama Pemerintah Provinsi bisa bersinergi dalam pengadaan fasilitas penunjang tersebut.

“Sebelum kembali dibuka,seluruh elemen harus terlebih dahulu memastikan fasilitas pendukung protokol kesehatan. Baik Pemda, Pemrov, dan Pengelola Wisata tak bisa bergerak sendiri-sendiri,” katanya.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, sektor wisata yang lesu di empat bulan terakhir diharapkan akan kembali menggeliat dengan terobosan tersebut. Namun, kembali maraknya sektor wisata diharapkan tak menjadi kluster baru pertumbuhan pasien Covid-19.

“Harapannya, wisatawan yang datang ke Jatim jangan sampai takut dan khawatir. Apalagi, bagi masyarakat dari luar Jawa Timur,” kata Legislatif dari dapil Jatim sembilan ini.

Terkait hal ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa telah mengeluarkan surat edaran penerapan protokol kesehatan di sektor wisata. Rencananya, ada sekitar 700 destinasi wisata di Jatim kini mulai mempersiapkan pembukaan kembali.

Kemudian, sebanyak 479 daftar titik destinasi desa wisata di Jawa Timur juga akan dibuka. Namun, pembukaan destinasi wisata akan dibuka secara bertahap, sesuai kondisi penularan covid-19 di masing-masing daerah.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Tri Bagus Sasmito mengatakan pihaknya telah membuat petunjuk pelaksanaan re-opening pariwisata. Hal ini mulai disosialisasikan dengan melibatkan tim gugus tugas dari masing-masing daerah destinasi wisata setempat.

“Untuk membuka kembali destinasi wisata, semua aspek diatur. Mulai dari persiapan, pelaksanaan operasi, konsistensi penegakan protokol kesehatan, hingga evaluasi akan dilakukan,” kata Bagus di Surabaya.

Ia menjelaskan ada guideline untuk 13 sektor yang terlibat pariwisata. Di antaranya, destinasi wisata, UKM, transportasi, fasilitas penginapan, dan beberapa sektor lainnya dengan standar protokol kesehatan ketat.

Khofifah sebelumnya juga mengatakan Pemrov akan memberikan support berupa hand sanitizer dan juga sabun untuk memudahkan pengunjung yang datang ke desa wisata. Serta, APD dan perangkat desinfektan.

Pemerintah daerah yang sebelumnya, telah menyiapkan protokol kesehatan di sektor wisata adalah Banyuwangi. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas memaparkan sejumlah konsep new normal pariwisata yang telah disiapkan oleh Banyuwangi.

Persiapan new normal pariwisata di Banyuwangi dilakukan dengan memadukan teknologi dan kesehatan. Pihaknya juga melakukan konsolidasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama untuk untuk penerapan new normal dalam masyarakat.

Tak ketinggalan, lanjut Anas, pemkab juga menggelar musyawarah online dengan ratusan pelaku wisata se-Banyuwangi.

“Pariwisata ke depan, tidak lagi sekedar menyajikan leisure, namun ke depan itu konsep wisatanya aman, bersih, dan sehat seperti yang dipandukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Harapannya, agar siapapun yang berwisata ke Banyuwangi bisa merasa aman dan nyaman,” jelasnya. [geh]

Tags: