Komisi C Dewan Jatim Usulkan Pansus PT PWU

PT PWUDPRD Jatim, Bhirawa
Polemik PT Panca Wira Usaha(PWU) Jatim dengan Komisi C mengarah pada pembentukan Panitia Khusu untuk melakukan audit pada BUMD tersebut. FPAN lewat Pendapat Akhir (PA) Fraksi mendesak untuk dibentuk Panitia Khusus (Pansus) PT PWU.  Dua fraksi lain, PKS, PPP
Menyatakn dukungannya.
Usulan Pansus PT PWU ini didasari dari penilaian ketidaktrasnparanan BUMD pimpinan Arif Afanadi tersebut kepada legislative.  Pansusu ini untuk mendalami seberapa jauh kinerja Dirut PT PWU Jatim, Arif Afandi berikut terkait dengan Pendapat Asli Daerah (PAD)-nya sangat stagnan.
Ketua FPAN Jatim, Malik Effendi menegaskan dalam pansus nanti banyak hal yang akan didalami terhadap kinerja PT PWU Jatim. Dimana selama ini kinerjanya dan kontribusi yang diberikan kepada Pemprov Jatim sangat stagnan. Dan yang kedua, dewan dalam hal ini Komisi C DPRD Jatim akan mencermati adanya pemanfaatan aset kekayaan daerah yang dipisahkan sangat tidak jelas, bahkan disinyalir ada yang lenyap.
”Yang pasti selama ini keberadaan PT PWU untuk manfaatnya tidak jelas serta kontribusinya. Untuk itu paling bagus dibentuk  pansus PT PWU. Sebaliknya PAN akan memberikan perhatian yang besar dalam masalah ini, agar kedepannya tidak membebani pemprov maupun dewan,”tegas politisi asal Madura ini, Senin (10/11).
Malik sendiri mengakui jika PAN bulat mendukung dibentuknya pansus. Demikian pula dengan FPPP dan FPKS. Sementara kalau fraksi lain tergantung komitmen mereka dan sampai saat ini masih menarik diri dengan alasan yang belum jelas.
”Terlepas dari itu semua, saya berharap tidak terjadi seperti itu. Artinya teman-teman memiliki komitmen tinggi untuk tetap mendukung dibentuknya. Untuk bentuknya terserah nanti, apakah anggota pansus terdiri dari seluruh anggota Komisi C atau tidak. Tapi yang pasti pansus harus terentuk dulu dan jangan menarik diri dulu dan berprasangka yang tidak-tidak,”paparnya.
Pihaknya berharap dalam  minggu depan usulan pembentukan Pasus PT PWU Jatim segera diserahkan kepada pimpinan dewan. Dengan begitu akan didapat kepastian, apakah masalah PWU tetap dibahas di Komisi C ataukah dibentuk pansus.
Bagaimana dengan komentar Gubernur Jatim, Soekarwo jika tidak perlu dibentuk ada pergantian direksi, mengingat masalah ini hanya karena misskomunikasi?, menurut Malik dirinya tidak mengerti apa yang dimaksud Pakde Karwo-panggilan Soekarwo tentang komunikasi.
”Jujur saya tidak memahami komunikasi yang dikatakan Pakde. Yang ada di dewan hanyalah dengar pendapat. Kalau tidak bagus maka saatnya untuk mendalami  lewat pansus,”paparnya dengan nada intonasi tinggi.
Sementara itu, ketika diklarifikasi, Soekarwo tetap mengatakan jika yang terjadi dengan PT PWU hanyalah sebuah misskomunikasi. “Sebenarnya tidak ada masalah yang serius dengan PT PWU Jatim. Ini hanya masalah komunikasi saja yang perlu diperbaiki,” dalih Pakde Karwo.
Diakui Pakde Karwo, PT PWU Jatim merupakan BUMD yang baru hidup dari sekarat sehingga kondisinya adalah proses recovery sehingga tak mudah tapi sekarang mulai berkembang dan mampu memberikan PAD walau tidak terlalu besar.
”Aset-aset yang dikelola PT PWU Jatim itu banyak yang tidak iddle, seperti diJalan Ngagel Surabaya sehingga tidak gampang mengelolanya,” dalihnya.
Di singgung soal adanya desakan DPRD Jatim terkait transparansi pengelolaan aset PT PWU Jatim? Pakde Karwo mengaku setuju saja sehingga tidak memerlukan lagi adanya pembentukan Pansus PT PWU Jatim yang digagas oleh Komisi C DPRD Jatim.
“Begitu juga soal audit performance, saya setuju karena tak menyangkut audit cash,” tambah mantan Sekdaprov Jatim ini.    Lantas apakah perlu dilakukan restrukturisasi PT PWU Jatim? Kembali Pakde Karwo menegaskan tidak ada pergantian direktur karena masalah ini hanya miskomunikasi saja yang perlu diperbaiki.
” Ini hanya masalah komunikasi saja jadi tak perlu ada pergantian drektur,” pungkasnya.
Sedang Wakil Ketua DPRD Jatim, Achmad Iskandar secara blak-blakan untuk dilakukan pansus. Mengingat saat ini komunikasi Arif Afandi dan dewan sangatlah jelek. ”Daripada merugikan eksekutif dan legislative akibat performance Dirutnya yang arogan lebih baik diganti saja. Dan itu sudah saya sampai ke Sekdaprov,’lanjut politisi asal Partai Demokrat ini. [cty]

Tags: