Komisi C DPRD Jatim Soroti Rendahnya Penyaluran Kredit Petani

DPRD Jatim, Bhirawa
Ketua Komisi C DPRD Jatim, Muhammad Fawit, menyoroti kurangnya penyaluran kredit kepada petani. Hasil dari rapat dengar pendapat di sejumlah Kantor Cabang Jember dua bank milik Pemprov Jatim, Bank BPR (UMKM) dan Bank Jatim, dinilai masih terlalu kecil. Padahal sektor pertanian paling rendah alami Non-Performing Loan (NPL) atau kredit macet. Risiko pinjaman tak terbayarkan persentasenya paling kecil dibanding sektor lain.

‘’Kami keliling, data yang kami peroleh hampir sama kalau sektor pertanian adalah sektor yang tangguh dalam menghadapi banyak hal, termasuk krisis atau kondisi seperti Covid 19,’’ ujar politikus yang akrab disapa Gus Fawait ini, Selasa (23/6).

Rendahnya kredit macet pada sektor pertanian ini, menurutnya, tak hanya terjadi pada masa pandemi. Di tahun – tahun sebelumnya persentasenya kredit bermasalah petani terbilang sangat kecil. Politikus Partai Gerindra ini berharap bank daerah lebih fokus untuk menggenjot penyaluran kredit ke petani. Sehingga dapat membantu menurunkan angka kemiskinan di Jatim yang masih di atas nasional.

‘’Ini akan menjadi catatan komisi C yang akan rapat di Surabaya dengan Pimpinan Pusat masing – masing perbankan untuk mendorong penyaluran kredit di sektor pertanian,’’ tegasnya.

Namun Gus Fawait mengaku masih ada kendala administrasi yang dihadapi para petani ini. Pertanian biasanya agak susah dalam bidang administrasi. Maka akan dibantu karena sektor pertanian Sumber Daya Manusianya berbeda dengan sektor lain.

Anggota Komisi C DPRD Jatim, Agus Wicaksono menyebutkan, persentase penyaluran kredit untuk sektor pertanian sangat kecil. Di Bank Jatim misalnya, 82% pinjaman menyasar konsumtif dan transportasi. Sedangkan sisanya, sekitar 17% harus berbagi antara pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan.

‘’Harus ada keseimbangan. Kondisi kita di Jatim ini 65% pertanian. Kami juga penyumbang pangan yang luar biasa. Swasembada pangan ya dari giat petani,’’ kata Agus.

Politikus PDIP ini meminta bank -bank milik Pemprov tak ragu menyalurkan kredit kepada petani. Mengingat tujuan pendirian dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bukan hanya sekadar mencari keuntungan. ‘’Penyaluran kredit di pertanian ini harus ditingkatkan. Sebab kini masih kecil. Salah satu visi misi gubernur dan wakil gubernur adalah kesejahteraan masyarakat petani, maka harus ditingkatkan,’’ tandasnya. (geh)

Tags: