Komisi D DPRD Jatim Ajukan Pencabutan Perda Pengelolaan Sampah Regional

Satib

DPRD Jatim, Bhirawa
Komisi D DPRD Jawa Timur mengajukan pencabutan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2010 tentang pengelolaan sampah regional.

Komisi yang membidangi pembangunan itu berniat merevisinya dengan menyesuaikan perkembangan pembangunan di Jatim. “Komisi D ingin merevisi Perda sampah, karena dalam perjalanan yang sekian tahun ini, sepuluh tahun ini perubahan luar biasa,” ujar anggota Komisi D DPRD Satib, Senin (7/12) kemarin.

Satib yang juga politikus Partai Gerindra mengatakan, Perda Nomor 4 Tahun 2010 sudah tidak relevan. Materi yang ada di dalamnya 50 persen berubah. Bahkan dikatakannya, tidak dapat secara maksimal untuk dijadikan dasar hukum.

Beberapa poin yang luput dari pembahasan Perda Nomor 4 Tahun 2010 diantaranya, adanya keterbatasan lahan di perkotaan, keterbatasan biaya operasional, keterbatasan teknologi, dan beban pengelolaan yang terus meningkat.

Selain itu, kata dia, juga ada masalah yang tidak dibahas yakni keterbatasan armada pengangkutan, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), dan kelembagaan pengelolaan sampah regional.

Di Raperda pengganti ini, kata dia, akan mencakup semua kekurangan dalam Perda sebelumnya. Selain itu, di Raperda yang baru juga ada kepastian tentang pendirian tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) di setiap regional.

Satib mencontohkan, di Gresik misalkan, membawahi Surabaya dan Gresik. Lalu di Madiun nanti bakal menampung sampah dari daerah Kabupaten dan Kota Madiun.

“Jumlah TPAS ini nanti semaksimal mungkin, di wilayah terdekat akan dijadikan satu sasaran yang bisa dijangkau beberapa kabupaten/kota),” kata dia.

Ia berharap, dengan adanya Perda ini Provinsi Jatim bakal memiliki TPAS. Mengingat selama ini sebagai provinsi dengan populasi terbesar kedua di Indonesia tidak punya tempat pengelolaan sampah. Sementara Jawa Barat sudah punya tiga tempat pengelolaan sampah.

“Raperda ini nantinya menjadi satu sandaran bagi kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur untuk menyesuaikan Perda yang ada,” tandasnya. [geh]

Tags: