Komisi II DPRD Bondowoso Sayangkan Bazar Pangan Picu Kerumunan

Wakil Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, A. Mansur, MH. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Pelaksanaan bazar pangan berkualitas di depan Pendopo Bupati Bondowoso pada, Selasa (17/11/2020) kemarin, mendapat tanggapan dari Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso. Dalam hal ini Pihak DPRD sangat menyayangkan, karena dalam pelaksanaannya terkesan mengabaikan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, yakni karena memicu kerumunan.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, A Mansur MH saat dikonfirmasi, Rabu (18/11). Karena dalam pelaksanaannya itu, menimbulkan kerumunan dan tidak menjaga jarak.

“Kami sangat menyayangkan dinas terkait yang menyelenggarakan bazar tersebut tidak menjalankan perintah anjuran protokol kesehatan,”katanya.

Disamping itu kata Mansur, seharusnya bazar pangan murah itu diperuntukan bagi orang-orang miskin yang memang benar terdampak pandemi dan membutuhkan. Ia pun menyayangkan, yang mana seharusnya bazar pangan murah tersebut diperuntukkan orang yang miskin dan kerja serabutan, bukan malah diperuntukan pada kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Adanya bazar pangan murah itu seharusnya diprioritaskan bagi warga yang benar-benar sangat membutuhkan, yang keseharianya serba kesulitan. Seperti, pengusaha-pengusaha kecil, rumah tangga yang penghasilannya hanya mengandalkan dari satu usaha,” katanya.

Politisi PKB ini pun menyayangkan, karena program seperti itu dilaksanakan di Pendopo Bupati. Kata dia, mengapa tidak ditempatkan di tempat-tempat yang bisa mencegah kerumunan, seperti di Alun-alun RBA Ki Ronggo.

“Kalau di lapangan atau di alun-alun tempatnya kan bisa dijejer dan bisa diatur jaraknya agar tidak terjadi kerumunan pengunjung,” katanya.

Akan hal tersebut, pihaknya berharap agar pihak Inspektorat bisa menganalisa akan terjadinya kerumunan saat bazar murah di pendopo Bupati itu. Yang telah mengakibatkan kerumunan dan para pembeli yang terkesan banyak dari ASN Bondowoso. Selanjutnya, jika memang ditemukan beberapa unsur yang perlu ditindak lanjuti.

“Maka perlu ditindak lanjuti. Minimal mereka harus diperingati atau diberikan teguran, agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali,” tandasnya. [san]

Tags: