Komisi III Buka Posko Pengaduan PPDB online

5-Hariyanto - Kadis P dan K-kar-1Kota Mojokerto, Bhirawa
Komisi III DPRD Kota Mojokerto membuka Posko pengaduan masyarakat terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2014/2015 yang baru pertama menerapkan sistem online. Posko pengaduan menerima dan menindaklanjuti laporan semua elemen masyarakat terkait kecurangan yang terjadi saat dan sesudah PPDB dilaksanakan.
Anggota Komisi III, Abdullah Fanani mengatakan, secara teknis pihaknya juga turut memantau kegiatan PPDB. Hal ini dimaksudkan agar PPDB tahun ini lebih baik dari sebelumnya. ”Kami fokus proses penetapan kuota pada  PPDB, karena proses itu yang paling rawan. Penetapan kuota atau jumlah siswa di masing masing sekolah, serta proses seleksi untuk menentukan siswa yang lolos,” ujar politisi PKB itu Senin (12/5) kemarin.
Dengan merahasiakan identitas pelapor, lanjutnya, maka akan banyak laporan yang masuk ke meja dewan. Menurutnya, dugaan banyaknya makelar kasus percaloan PPDB menjadi hal serius yang perlu disikapi, situasi dan kondisi seperti sekarang yang harus diawasi karena mungkin saja rawan penyimpangan dalam pelaksanaannya PPDB. Apalagi kini Kota Mojokerto pertama kali menggunakan sistem online. Juga pada jalur prestasi, ini penting karena menyangkut integritas lembaga yang memberikan piagam prestasi dan pihak sekolah harus berani mengkonfrontir lembaga yang menerbitkan piagam itu.
”Adanya piagam prestasi aspal atau membeli piagam demi jalur prestasi itu melanggar aturan PPDB jalur prestasi, diminta masyarakat ikut memantau demi terlaksananya PPDB yang jujur, bersih dan transparan,” tegasnya.
Juga perlu diwaspadai bagi masyarakat yakni siswa titipan dari para pejabat, karena jual beli kursi yang ditinggalkan siswa yang lolos dalam PPD secara online menuju sekolah yang lebih tinggi standar nilainya sangat sulit diamati. Dalam hal ini Komisi III juga tak akan tebang pilih dalam menindaklanjuti jika ada temuan siswa titipan dari pejabat maupun dari dewan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto, Hariyanto mengatakan, pelaksanaan PPDB tahun ini di jamin transparan. Apalagi kini telah menggunakan sistem online yang dapat dilihat oleh seluruh peserta didik baru. ”Pendaftaran berbasis internet ini akan diterapkan saat pendaftaran siswa baru pada tahun ini. Dijadwalkan berlangsung Juli nanti,” ungkap Hariyanto.
Selain karena memang tuntutan era, pelaksanaan PPDB dengan sistem online juga dinilai lebih transparan, fair, dan akuntabilitasnya terjaga. Kebijakan ini diambil setelah dibicarakan dengan semua pihak dan seluruh sekolah. ”Mojokerto sepakat mengadopsi PPDB online. Tak ada lagi permainan dan titip-titip siswa dari kalangan tertentu,” pungkasnya. [kar]

Keterangan Foto : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto, Hariyanto.

Tags: