Komisi III DPR RI Berharap Kasus MeMiles Ditangani dengan Adil

Barang bukti uang dari hasil kasus investasi bodong aplikasi MeMiles di Mapolda Jatim, Selasa (21/1).

Polda Jatim, Bhirawa
Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan dan Ichsan Soelistio melakukan kunjungan ke Mapolda Jatim, Selasa (28/1). Kedatangan keduanya melainkan untuk melihat langsung penanganan kasus investasi bodong MeMiles yang ditangani Ditreskrimsus Polda Jatim.
Komisi yang membidangi Hukum, HAM (Hak Asasi Manusia) dan Keamanan ini melihat langsung penanganan dan proses penegakan hukum yang dilakukan Polda Jatim. Sebab kasus investasi yang dilakukan PT Kam and Kam ini menyedot perhatian publik, sehingga menjadi kewenangan Komisi III DPR RI untuk memantau langsung proses penegakan hukum kasus ini.
“Pesan kami agar penegakan hukum mengedepankan restorative justice atau terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya. Hal itu berkaitan juga dnegan kepentingan rakyat banyak,” kata Arteria Dahlan.
Anggota Dewan dari fraksi PDI Perjuangan menekankan agar penegakan hukum kasus ini harus dilakukan dengan cermat dan akurat. Serta pilihan-pilihan penegakan hukum yang tepat, sehingga masyarakat maupun rakyat bisa terlindungi. Pihaknya juga meminta kepada masyarakat maupun korban untuk mempercayakan penyidikan kasus MeMiles kepada Polda Jatim.
“Percayakan saja penegakan hukum kasus ini ke Polda Jatim. Kami juga tetap melakukan pengawalan dan pengawasan penanganan kasus ini. Dan tidak ada intervensi sedikitpun terkait dengan giat-giat proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Polda Jatim,” tegasnya.
Arteria juga mengapresiasi upaya-upaya penyitaan yang dilakukan oleh Polda Jatim. Terutama penyitaan uang sebanyak Rp 128 miliar dan belasan mobil sebagai reward bagi member dari MeMiles.
“Saat ini saja sudah Rp 128 miliar (disita), dan akan bertambah lagi menjadi Rp 136 miliar. Mudah-mudahan nanti bisa dilakukan formula yang tepat, sehingga nasabah maupun bukan nasabah, dan member-member ini tidak dirugikan,” ungkapnya.
Ditanya terkait dugaan keterlibatan anggota Komisi VII DPR RI, Mulan Jameela dalam kasus ini, Arteria mengaku biarlah proses hukum yang bicara. Sebagai anggota DPR RI pihaknya menghormati dan mematuhi etika dalam konteks penegakan hukum. Pihaknya juga enggan berkomentar banyak perihal dugaan keterlibatan pelantun lagu ‘Makhluk Tuhan Paling Seksi’ itu.
Begitu juga terkait perluhkan mulan Jameela dipanggil terkait kasus ini, Arteria mengaku hal itu tergantung dari penyidikan kepolisian. Sebab pemeriksaan saksi itu dilakukan dalam penguatan terkait dengan ada tidaknya suatu tindak pidana. Dan juga penguatan mengenai siapa yang akan dijadikan atau dimintakan pertanggungjawaban hukum (tersangka) dalam kasus ini.
“Intinya sampai saat ini kita serahkan penegakan hukum kasus MeMiles kepada teman-teman di Polda Jatim. Penyidik lah yang nantinya akan melihat, menimang dan menimbang apakah layak yang bersangkutan (Mulan Jameela, red) untuk dihadirkan sebagai saksi dalam perkara ini,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan, pada kasus investasi bodong MeMiles yang beromzet Rp 761 miliar ini, Polisi mengamankan uang nasabah sebesar Rp 128 miliar. Turut diamankan juga 18 unit mobil, dua sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya. Ada juga 120 unit mobil yang sudah diberikan ke anggota dan akan ditarik oleh Polda Jatim sebagai barang bukti.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah artis Ibu Kota yang diduga terkait dalam investasi ini. Penyidik Polda Jatim telah melakukan pemanggilan terhadap saksi dari Keluarga Cendana yang diduga terlibat dalam kasus investasi MeMiles. [bed]

Tags: