Komisi III Persilahkan Penegak Hukum Usut Intranet Rp 535 Juta

intranetBondowoso, Bhirawa
Ketua Fraksi PDI-P yang juga wakil Komisi III DPRD Kabupaten Bondowoso, Andi Hermanto, S. Sos mengaku akan memanggil Kabag Humas & PDE Pemkab Bondowoso untuk memberikan penjelasan mengenai carut marutnya proyek intranet tahun 2013 yang menelan dana APBD hingga Rp. 535 juta. Apalagi, proyek tersebut sebagian besar digunakan untuk sosialisasi internet dimana dalam kegiatan tersebut baru disosialisasikan sesaat setelah kasus itu mencuat ke media.
“Kabag Humas harus bertanggungjawab atas pelaksanaan proyek intranet ini. Kita tidak bicara personal. Kita bicara institusi, meskipun Kabag Humas yang lama yakni Jakfar Sodik sudah dimutasi menjadi Camat Tenggarang, maka secara otomatis, Kabag Humas yang menggantikan Jakfar Sodik yakni Haeriyah harus bertanggungjawab dan menjadi tanggungjawab penggantinya untuk meminta penjelasan ke Kabag yang lama sehingga nanti, Kabag yang baru ini dapat menjelaskan duduk persoalannya ketika kami mintai klarifikasi mengenai proyek itu,” jelas Andi ketika dikonfirmasi Minggu (1/6) siang.
Andik mengaku bahwa pemanggilan Kabag Humas ini akan dia jadual dalam minggu pertama bulan ini. “Ya, yang penting bagaimana persoalan ini sudah disampaikan sebelum Pandangan Akhir Fraksi. Kita tidak ingin ada masalah dalam proyek itu. Kalau ternyata nanti proyek itu tidak dapat dipertanggungjawabkan, maka kita sampaikan ke masyarakat. Atau mungkin, penegak hokum di Bondowoso ini berminat untuk mengusut kasus ini ya silahkan,” tegas Andik.
Dalam kasus proyek intranet ini, indikasi ketidakberesan dalam pekerjaannya memang banyak dikeluhkan termasuk di internal Humas & PDE. Bahkan, dari laporan yang diterima Andi Hermanto, salah satu tim yang masuk dalam kegiatan proyek itu tidak dilibatkan. Bahkan, beberapa staf di lingkungan Humas menyayangkan karena pelaksanaan kegiatan sosialisasi dilaksanakan setelah kasus itu rame di media social dan media public.
“Setelah ramai di media social dan media public, ada inisisi Humas dan pelaksana kegiatan itu untuk melakukan sosialisasi. Kita tidak tahu apakah sosialisasi yang sebelumnya ada atau masih kurang sehingga ada sosialisasi internet susulan. Yang diundang adalah staf lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” ujar Andi.
Sementara, Kabag Humas, Haeriyah hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon yang bersangkutan mengaku masih ada kegiatan kedinasan. “Saya masih ada rapat di Sekda. Nanti saya hubungi,” ujarnya.
Sebelumnya, Ja’far Shodiq, Kabag Humas Pemkab Bondowoso menjelaskan, program tersebut memang rutin dianggarkan tiap tahun. Dalam program intranet ini, lanjut dia, ada beberapa item kegiatan. Di antaranya adalah pelatihan-pelatihan untuk staf SKPD. “Tujuannya adalah pemahaman tentang bagaimana jaringan itu bagus di setiap instansi. Bagaimana pengelolaan intranet secara umum, termasuk pengelolaan computer,” ujarnya,
Selain itu, tambahnya, ada 15 SKPD yang memperoleh jaringan khusus. Di mana melalui jaringan tersebut, pimpinan SKPD bisa melakukan telewicara dengan sekda dan bupati. Dia menegaskan jika jaringan tersebut sudah berfungsi. Hanya saja, yang masih menjadi kendala sampai saat ini adalah jaringan yang berada di kesekretariatan daerah. (mh)

Tags: