Komisi IV DPRD Kab Mojokerto Study Banding ke DPRD Kota Semarang

Suasana study banding Komisi IV DPRD Kab Mojokerto ke DPRD Kota Semarang. [kariyadi/bhirawa]

Kab Mojokerto, Bhirawa
Komisi IV yang membidangi kesejahteraan rakyat DPRD Kab Mojokerto melakukan study banding ke DPRD Kota Semarang, Kamis (13/6). Rombongan wakil rakyat ini dipimpin Ainur Rosyid SIP ME.
Study banding ini untuk mendalami materi permasalahan ketenagakerjaan di wilayah Kota Semarang. Yang seperti benang kusut sehingga rumit untuk diutak, dimuat kebijakan makro ketenagakerjaan yang masih banyak dipersoalkan dan juga menghadapi masalah minimnya infrastruktur pengawasan hubungan industrialisasi.
Tak pelak sistem supervise yang menjadi ujung tombak guna meminimalisir permasalahan industrial antara pekerja dan pengusaha pun melempem yang buntutnya adalah persoalan ketenagakerjaan seperti tidak akan pernah ada habisnya di Kota Semarang maupun di kabupaten dan kota seluruh Indonesia
Menurut Ainur Rosyid, studi banding ini terkait dengan Ketenagakerjaan dan Tupoksi Komisi IV yang membidangi kesejahteraan rakyat, DPRD Kab Mojokerto. Dalam study banding itu, rombongan diterima Herman Sulis SE, perwakilan anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi Partai Gerindra.
”Pemkot Semarang memberikan aksebilitas dan jaminan kemudahan berinvestasi melalui perizinan yang mudah dan tanpa pungutan liar ataupun biaya yang dimuat ketentuan,” terang Herman Sulis.
Herman menjelaskan, di Kota Semarang menawarkan beragam kemudahan dan menilai para pemodal untuk berinvestasi di Semarang sudah sangat tepat dikarenakan berbagai potensi, aset, stabilitas ekonomi dan keamanan, serta sarana prasarana pendukung yang komplit ada di Kota Semarang
”Di kira Semarang itu banyak investasi tapi sedikit tenaga kerja yang berkualitas dan bertolak belakang dengan naiknya investasi di Semarang, Paguyuban Hujan Resource Development (PHRD) mengeluhkan kesulitan mencari tenaga kerja untuk mengisi pasar dunia kerja dan menilai tantangan yang dihadapi adalah pengentasan pengangguran di jawa tengah, tetapi sayangnya tak banyak generasi muda tertarik bekerja dijawa tengah, investor banyak yg masuk ke kota semarang tetapi filemnya sulit untuk mencari tenaga kerja disini,” pungkas Herman Sulis. [adv.kar]

Tags: