Komisi VII DPR RI Apresiasi Pemasangan Atap Panel Surya Terbesar CCAI

Atap Panel Surya di Fasilitas Coca-Cola Amatil Indonesia Cikarang Barat

Surabaya, Bhirawa
Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) telah meresmikan pemasangan atap panel surya terbesar dalam fasilitas produksi di Asia Tenggara. Panel surya tersebut diletakkan di area atap fasilitas produksi Coca Cola Amatil Indonesia di Cikarang Barat seluas 72 ribu meter persegi dengan nilai pemasangan atap panel surya sebesar USD5,8 juta (87 miliar rupiah).

Atas upayanya tersebut, Coca-Cola Amatil Indonesia menerima penghargaan Solar PV Rooftop Champion 2020 dan kunjungan VII DPR RI (yang membawahi bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Riset dan Teknologi, Lingkungan Hidup, Bapedal, BATAN, LIPI, BPPT dan Dewan Riset Nasional).

Dalam kunjungan Komisi VII DPR RI di fasilitas produksi Cikarang Barat untuk melihat lebih lanjut atap panel surya Amatil Indonesia yang baru saja diresmikan bulan September 2020 lalu. Pemasangan atap panel surya tersebut merupakan bentuk komitmen Amatil Indonesia untuk mendukung ambisi pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (greenhouse gas /GHG) sebanyak 29 persen atau setara dengan 314 juta ton karbondioksida hingga 2030, juga kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 7, 9, 11, 12 dan 13.

“Instalasi solar panel CCAI ini bisa menjadi contoh bagi industri lainnya di seluruh Indonesia. Khususnya pada wilayah Jawa Barat yang mempunyai tantangan memiliki kebutuhan listrik paling tinggi di bandingkan daerah lainnya,” terang Ketua Tim Kunjungan Komisi VII DPR RI, Ramson Siagiaan.

Dalam Kunjungan tersebut disambut oleh Public Affairs, Communication, Sustainability Director Coca-Cola Amatil Indonesia, Lucia Karina dan Komisi VII DPR RI menyatakan dukungannya terhadap pengembangan energi baru terbarukan. Sejalan dengan dukungannya yang akan dituangkan dalam bentuk UU Energi Baru Terbarukan yang saat ini masih dalam pembahasan.

Sebagai salah satu perusahaan dengan kontribusi terdepan dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Indonesia, Coca-Cola Amatil Indonesia menerima penghargaan Solar PV Rooftop Champion 2020 yang diserahkan oleh Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA) secara virtual dalam ajang The 9th Indonesia Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) ConEx pada tanggal 23 November 2020lalu. Acara dihadiri langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif dan perwakilan dari berbagai institusi dan industri.

Lucia Karina mengatakan salah satu komitmen perusahaan dalam keberlanjutan lingkungan adalah berperan aktif untuk membatasi peningkatan suhu global agar tidak lebih dari 1,5 derajat celcius. Coca-Cola Amatil secara keseluruhan menargetkan setidaknya 60 persen dari kebutuhan energi bersumber dari energi terbarukan dan rendah karbon di tahun 2020.

“Kami sangat bangga dapat meresmikan fasilitas surya atap di fasilitas manfaktur kami di Cikarang Barat pada bulan September lalu bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Panel surya atap tersebut merupakan panel terbesar yang dipasang pada fasilitas manufaktur di kawasan Asia Tenggara, dan kedua di kawasan Asia Pasifik. Ke depan, kami juga berencana untuk memperluas fasilitas panel Surya atap kami kami di fasilitas manufaktur kami yang lain,” jelas Karina.

Adapun proyek energi terbarukan lainnya yang didukung oleh Amatil Indonesia termasuk pengadaan 243,383 mesin pendingin hemat energi (cooler) kepada konsumer, yang dapat menghemat hingga 178 juta kwh energi per tahun, instalasi LED sebagai alternatif pencahayaan alternatif di seluruh pabrik, konversi konversi dari solar, gas alam dan gas alam terkonversi (LNG) untuk pemanas, pembangkit listrik dan forklift sejak tahun 2008. [riq]

Tags: