Kompak Demo DPRD Kabupaten Gresik Desak Sekda AHW Dinonaktif

Ratusan masa Kompak Demo di gedung DPRD Gresik

Gresik, Bhirawa.
Ratusan massa yang tergabung dalam lembaga swadaya masyarakat (LSM), tergabung dalam Komite Masyarakat Pejuang Anti Korupsi (Kompak) demo di DPRD Gresik. Membawa empat tuntutan, mendesak Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya dinonaktifkan.
Sebelum diterima pimpinan dewan, LSM. Forum Kota (ForKot), Masyarakat Gresik Peduli Kemanusiaan (MGPK), Gerakan Pemuda Nusantara (Genpatra), Persatuan Arek Lumpur (PAL), Paguyuban Pedagang Alun-alun Gresik (PPAG), Supporter Ultras Mania, Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) tergabung dalam Kompak dan sejumlan aktivis lain. Melakukan orasi secara bergantian, dan mengelar sejumlah spanduk mengecam bupati yang tidak bertindak tegas.
Koordinator Forkot Haris Sofanul Faqih mengatakan, bahwa ada empat tuntutan ke dewan diantaranya mendesak Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya. Dinonaktifkan dari sekda, karena sedang menjalani proses hukum. Sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi potongan jasa insentif pajak daerah pegawai di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), pengembangan kasus korupsi di Dinas Kesehatan (Dinkes), operasi tangkap tangan (OTT) di Inspektorat, serta meminta Pemkab Gresik mewujudkan pelayanan tanpa praktik korupsi.
“Siapapun yang terlibat harus diadili, juga penonaktifan sekda. Harus segera dilakukan oleh bupati, agar birokrasi bisa berjalan sehat. Dan bupati tidak dinilai terkesan melindungi koruptor, karena sekda masih aktif.” Ujarnya.
Sementara Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani mengatakan. Bahwa akan berupaya mewujudkan tuntutan utama mereka. Yaitu terkait non aktif sekda Andhy Hendro Wijaya, tapi tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Juga membentuk panitia khusus (Pansus) anti korupsi, untuk menindaklanjuti yang lainya.
“Sebelumya akan mengelar rapat dengan pimpinan, kemudian dengan komisi I yang membidanggi pemerintahan. Melalui pansus nanti, bisa tahu alasan bupati belum melakukan non posisi sekda sekarang.”imbuhnya. [kim]

Tags: