Kondisi Pasien Suspect Ebola di Kediri Membaik

Pasien suspect ebola di ruang isolasi RSUD Pare. Saat ini kondisinya mulai membaik ditandai dengan suhu tubuh yang mulai menurun dan tak lagi mengalami nyeri sendi dan batuk.

Pasien suspect ebola di ruang isolasi RSUD Pare. Saat ini kondisinya mulai membaik ditandai dengan suhu tubuh yang mulai menurun dan tak lagi mengalami nyeri sendi dan batuk.

Kab Kediri, Bhirawa
Kondisi terduga pasien ebola di Kediri sudah mulai membaik. Suhu tubuh GN, pasien tersebut, turun menjadi 37,3 derajat Celsius setelah sempat mencapai 38,6 derajat Celsius itu. GN kini tak lagi mengalami nyeri saat menelan, nyeri sendi, dan batuk.
“Suhu tubuh pasien menjadi 37,3 derajat Celsius dan sudah tidak ada keluhan, termasuk nyeri saat menelan. Kondisinya semakin membaik,” ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan HM Subuh dalam keterangan tertulis yang dikirim ke sejumlah media, Minggu (2/11).
Spesimen darah GN juga sudah diambil oleh pihak Kementerian Kesehatan dan sedang diteliti lebih lanjut. Pemeriksaan darah GN masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sementara itu, Kementerian Kesehatan memberi masukan kepada pihak rumah sakit untuk mencegah penularan ebola terhadap tenaga kesehatan.
GN merupakan salah satu dari 28 buruh migran yang kembali dari Liberia pada Minggu, (26/10). Tenaga kerja yang berasal dari Kediri berjumlah tiga.  Sebagai langkah pencegahan menyebarnya virus ebola, sejak enam hari sebelum kepulangan, GN dan rekan-rekannya menjalani karantina di Liberia. Setibanya di Jakarta, mereka menjalani satu hari karantina. Setelah tujuh hari dalam pengawasan, mereka melanjutkan perjalanan ke kampung halaman masing-masing. “Setelah sampai di Kediri, kembali dilakukan pengamatan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Bendo”, ujar Subuh. Sampai saat ini, pengamatan sudah dilaksanakan selama sebelas hari dari rencana 21 hari.
Pada Selasa (28/10), GN merasakan nyeri saat menelan. Saat itu, kondisi keluarganya sedang batuk dan demam. Dua hari kemudian, GN memeriksakan diri ke Puskesmas Bendo dengan keluhan demam, nyeri saat menelan, nyeri sendi, dan batuk.  GN langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pare dengan diagnosis acute febrile illness dan kecurigaan pada paryngitis acute. Karena GN baru pulang dari daerah endemis ebola, pihak rumah sakit memutuskan merawat dia di ruang isolasi.
Bagian Hubungan Masyarakat RSUD Pare Hari Susanto mengatakan pasien itu diketahui masuk ke rumah sakit pada Jumat (31/11) sekitar pukul 11.30. Ia mengeluhkan sakit panas, nyeri dan sulit menelan.   “Langsung dilakukan pemeriksaan laborat secara lengkap. Pemeriksaan meliputi, pemeriksaan darah lengkap, tes fungsi liver, ginjal dan malaria,” kata Hari Susanto pada wartawan
Menurutnya pemeriksaan laboratorium dilakukan pula oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur. Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui perkembangan pasien dan pemeriksaan laborat dipastikan keluar Senin hari ini.
Sementara itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Tjandra Yoga Aditama mengatakan mereka yang baru tiba dari negara terjangkit ebola belum tentu akan menderita ebola. “Kalau demam atau sakit, harus diperiksa benar, sehingga pasti, ebola atau bukan,” ujar Tjandra.
Tjandra mengatakan setidaknya ada empat gejala seseorang terjangkit ebola. “Itu bagi mereka yang baru pulang dari negara terjangkit,” ujarnya. Pertama adalah demam yang tidak diketahui penyebabnya. Kedua, pasien mengalami nyeri otot hebat. “Badan nyeri sekali,” kata Tjandra.
Selain itu, ada gangguan pencernaan. Terakhir, terjadi pendarahan. “Tapi ini masih gejala, jadi harus diperiksa intensif juga,” kata Tjandra.
Saat ini terdapat dua pasien suspect ebola yakni di Madiun dan Kediri yang mendadak mengalami demam. Kedua pasien ini baru saja datang dari Liberia, salah satu negara terjangkit ebola. Mereka kini sedang dirawat secara intensif di ruang isolasi. Sampel darah mereka telah dikirim ke laboratorium Balitbangkes di Jakarta untuk diperiksa.
Ditegaskan Tjandra, sampai saat ini, belum ada satu pun warga Indonesia yang terkena ebola. “Baik untuk warga Indonesia yang tinggal di Indonesia atau luar negeri,” kata Tjandra. Karena itu, Tjandra berharap hasil pengujian sampel kedua pasien ini negatif atau mereka bukan penderita ebola. [mb2]

Gejala Seseorang Terjangkit Ebola
–  Demam yang tak diketahui penyebabnya
–  Mengalami nyeri otot hebat
–  Mengalami gangguan pencernaan
–  Mengalami pendarahan

Tags: