Konsentrasi Hewan KBS, RS Hewan Setail Ditutup

2- foto Rumah sakit hewan KBS akan ditutup per 31 Desember (geh)Surabaya, Bhirawa
Rumah Sakit Hewan (RSH) Setail tidak lama lagi akan ditutup untuk umum. Rumah sakit yang dikelola Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS-KBS) itu secara resmi berhenti beroperasi pada 31 Desember mendatang.
Selain fasilitas yang dinilai belum memadai untuk kelas rumah sakit hewan umum, penutupan RSH Setail dilakukan lantaran semua fasilitas yang ada bakal dikonsentrasikan untuk menangani hewan yang menjadi koleksi KBS.
Yang menarik, muncul fakta RSH Setail sejak dibuka pada 2005, be;um mempunyai izin operasional rumah sakit hewan. Meski demikian dalam sejarahnya  rumah sakit di Jalan Setail tersebut memang menjadi jujukan banyak penyayang binatang.
Setiap hari tak kurang dari lima pasien dibawa ke sana. Di antaranya, anjing, kucing, kura-kura, dan kelinci. Selain fasilitas pemeriksaan kesehatan, rumah sakit tersebut dilengkapi fasilitas penitipan hewan. Biasanya, tiap libur panjang, seperti akhir tahun, rumah sakit tersebut diserbu banyak penyayang satwa yang ingin berlibur panjang. Setelah beroperasi sembilan tahun, rumah sakit itu akan ditutup.
Direktur Operasional dan Umum Kebun Binatang Surabaya (KBS) Aschta Nita Boestani Tajudin membantah bahwa penutupan dilakukan karena rumah sakit mengalami kerugian. Menurut dia, penutupan itu dilakukan karena pihaknya ingin fokus dan berkonsentrasi pada kondisi kesehatan satwa koleksi KBS.
“Kami ingin lebih fokus dan berkonsentrasi pada kondisi kesehatan satwa-satwa koleksi KBS sendiri. Ini bukan tanggung jawab yang enteng,” ungkapnya pada Bhirawa, Minggu (28/12).
Aschta mengatakan bahwa penutupan tersebut sebenarnya mulai dilakukan per 1 Desember lalu dengan tidak lagi melayani penitipan satwa peliharaan dari masyarakat. Selain minimnya fasilitas, seluruh staf di RSH Setail diminta berkonsentrasi pada penanganan satwa-satwa koleksi KBS.
“Berdasar hasil evaluasi kami, fasilitas di RSH Setail tidak memadai untuk digunakan sebagai¬† tempat penitipan satwa peliharaan masyarakat. Ini harus dihentikan. Staf pelaksana di RSH juga akan dikonsentrasikan untuk merawat satwa koleksi KBS,” paparnya.
Aschta menjelaskan bahwa RSH Setail sebenarnya juga belum punya izin dari dinas peternakan sehingga tentu menyalahi aturan kalau tetap dibuka dan melayani masyarakat umum. Dia menegaskan, kabar bahwa RSH Setail ditutup karena rugi tidak benar. Selama ini justru ada keuntungan dari komersialisasi. Tapi, tujuan utamanya bukan itu.
Sementara itu, mantan Direktur Operasional KBS drh Liang Kaspe mengungkapkan kecewa pada rencana penutupan tersebut. Dia mengatakan bahwa penutupan yang dilakukan PDTS KBS sangat memalukan. “Rumah sakit hewan ini merupakan satu-satunya yang dimiliki KBS. Tidak ada kebun binatang yang memiliki rumah sakit hewan yang dibuka untuk umum, selain KBS,” ungkapnya. (geh)

Tags: