Konsisten Perangi Covid-19, Tak Izinkan Santri Dijenguk Keluarga

Pengasuh Ponpes Anwarut Taufiq, Habib Ahmad Jamal Ba’agil (kiri) saat mendapatkan kunjungan dari Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko beberapa waktu lalu

Kota Batu, Bhirawa
Konsistensi ditunjukkan Pondok Pesantren (Ponpes) Anwarut Taufiq yang ada di Kelurahan Sisir, Kecamatan / Kota Batu ikut andil memerangi penyebaran Covid 19. Dengan tegas Pengurus Ponpes ini melarang para santrinya untuk dijenguk dan dikunjungi pihak keluarga selama mengikuti proses pendidikan. Sebagai gantinya, pihak Ponpes memberikan masa liburan lebih panjang yang bisa dimanfaatkan para santri untuk berkumpul dengan keluarga.
“Kami memiliki masa liburan setiap semester. Jadi selama setahun ada dua masa liburan yang cukup panjang yang bisa dimanfaatkan para santri untuk berkumpul bersama keluarganya,” ujar Habib Ahmad Jamal Ba’agil, Pengasuh Ponpes Anwarut Taufiq, Senin (13/9).
Habid Ahmad menjelaskan, Ponpes yang diasuhnya akan terus konsisten untuk ikut aktif dalam memerangi penyebaran Covid 19. Apalagi Ponpesnya tak hanya dihuni santri dari seantero Nusantara, tetapi juga manca negara. Mulai santri dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand juga banyak yang menimba ilmu agama Islam di sini.
Maka kedisiplinan dalam menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) sangat diutamakan. Tak hanya dlarang menerima kunjungan atau dijenguk keluarga, para santri juga tidak bisa keluar lingkungan pesantren dengan seenaknya.
“Tak hanya santri, saya selaku Pengasuh Ponpes juga tidak lagi bebas menerima tamu atau kunjungan. Hanya tamu yang telah ada perjanjian pertemuan yang bisa saya temui,” jelas Habib Jamal.
Habib JamaI mengaku tak ingin kelengahannya akan berdampak penularan Covid 19. Karena juga pengasuhnya sudah tertular maka potensi tertularnya para santri yang berjumlah ratusan ini akan menjadi tinggi.
Tak hanya tegas dalam menerapkan aturan dan Prokes, Ponpes Anwarut Taufiq juga aktif dalam penyelenggaraan vaksinasi. Beberapa waktu lalu, Ponpes ini telah bekerja sama dengan Pemkot Batu untuk menyelenggarakan vaksinasi di lingkungan pondok.
Saat ini ada sebanyak 250 santri yang saat ini mondok di Anwarut Taufiq telah mengikuti vaksinasi. Dalam penyelenggaraannya, vaksinasi di Ponpes ini dilakukan secara bertahap. Artinya, dalam sehari pelaksanaan vaksinasi hanya ada seratus santri yang divaksin.
Hal ini dilakukan menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin dan juga memudahkan antisipasi munculnya kerumunan. Selain itu dari jumlah total sekitar 250 santri, mayoritas berusia di antara 13 hingga 16 tahun. Adapun vaksinasi diberikan kepada warga negara yang berusia 18 tahun ke atas. [nas]

Tags: