Konsistensi UMKM Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi

Komitmen dan konsistensi pelaku usaha UMKM untuk terus menggerakkan ekonomi di tengah resesi akan menjadi kunci pemulihan ekonomi saat ini. [Oky abdul sholeh]

Surabaya, Bhirawa
Pengamat ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya Gigih Prihantono menilai komitmen dan konsistensi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk terus menggerakkan ekonomi di tengah resesi akan menjadi kunci pemulihan ekonomi saat ini.
“Akibat pandemi COVID-19 terjadi penurunan daya beli sehingga UMKM menjadi terdampak. Padahal UMKM merupakan pendorong utama ekonomi kita,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa, menanggapi situasi ekonomi Indonesia yang terkontraksi di triwulan III 2020, Selasa (17/11).
Oleh karena itu, kata Gigih, perbaikan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada pulihnya sektor UMKM.
Menurut dia, sumbangan UMKM terhadap perekonomian Indonesia sangat besar. Pada 2018, UMKM berkontribusi sekitar 57,8 persen dari total produk domestik bruto (PDB) nasional. Dari sisi tenaga kerja, UMKM juga menyerap 97 persen dari total tenaga kerja Indonesia.
Gigih melihat sejak September 2020 mulai terjadi peningkatan penjualan pada sektor UMKM dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Artinya, telah terjadi perbaikan dan pemulihan dalam sektor ini.
Meski demikian, menurut Gigih, ada beberapa faktor penting yang perlu dilakukan UMKM agar lebih kuat dalam menghadapi pandemi dan dampaknya pada ekonomi.
Pertama, UMKM harus mampu mengatur arus kas. Kedua, UMKM perlu berinovasi dan mencari cara-cara baru untuk meningkatkan pendapatan, antara lain dengan pemanfaatan teknologi dengan penjualan daring dan diversifikasi produk. Ketiga, UMKM melakukan restrukturisasi kredit agar lebih leluasa dalam mengatur keuangan. [ant]

Tags: