Korban 117 Pasien Covid Meninggal, Baru 96 Ahli Waris Ajukan Santunan

Pemakaman khusus covid-19 di gunung Bentar.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Probolinggo, Bhirawa
Keluarga pasien yang meninggal akibat positif Covid-19, berhak mendapatkan santunan kematian sebesar Rp 15 juta. Di Kabupaten Probolinggo, tidak semua ahli waris pasien Covid-19 yang bersedia mengajukan pencairan santunan kematian tersebut. Hingga Rabu (6/1), baru ada sekitar 96 orang ahli waris yang sudah diajukan ke Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendapatkan santunan kematian tersebut. Hanya saja, sampai awal tahun 2021, masih belum terealisasi pencairan santunan tersebut.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo, Ofie Agustin, Rabu (6/1) membenarkan adanya surat edaran (SE) dari Kemensos terkait santunan kematian bagi ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal. Pihaknya hanya sebatas melengkapi berkas persyaratan dan mengajukan ke Kemensos.

“Sampai saat ini, sudah ada 40 pasien Covid-19 yang meninggal, kami ajukan mendapatkan santunan kematian untuk ahli warisnya,” katanya.

Ofie mengungkapkan, tidak semua keluarga pasien Covid-19 bersedia mengajukan santunan kematian. Terbukti, sesuai data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, tercatat ada 117 pasien Covid-19 yang meninggal.

Namun, hingga saat ini pihaknya baru menerima 96 berkas yang diajukan untuk mendapatkan santunan kematian dari Kemensos. Sebanyak 40 berkas di antaranya sudah diajukan ke Kemensos.

“Selebihnya masih tahap melengkapi berkas. Karena persyaratan pengajuan santunan kematian itu cukup banyak, salah satunya rekomendasi dari Dinkes terkait kelengkapan positif Covid-19. Keluarga ahli waris yang melengkapi berkas persyaratan dibantu tagana pilar Dinsos,” ungkapnya.

Bertambahnya kasus baru Covid-19 dengan status asimptomatik atau tanpa gejala di Kabupaten Probolinggo juga mengancam ketersediaan tempat karantina di rumah sehat. Hingga saat ini, tersedia hanya 21 kamar di rumah sehat.

Namun, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten memastikan ketersediaan tempat karantina masih aman. “Tempat karantina di rumah sehat masih ada 21 kamar. Kami tegaskan ketersediaan kamar tempat isolasi masih aman. Mengingat, jumlah pasien sembuh juga terus bertambah,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Dyah Kuncarawati, Rabu (6/1).

Dyah menjelaskan, angka pasien Covid-19 yang aktif di Kabupaten Probolinggo cukup tinggi. Mereka harus rawat inap dan menjalani karantina di rumah sehat. Namun, sejauh ini rumah sehat yang disediakan Pemkab, tidak overload.

“Jika rumah sehat tidak mencukupi, kami sudah ada alternatif rumah sehat lain yang bisa difungsikan,” terangnya.

Saat ini di Kabupaten Probolinggo orang terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19) sebanyak 2.267 kasus dengan keterangan 196 kasus masih dirawat dan menjalani isolasi, 1.954 kasus sembuh dan 117 kasus meninggal dunia.

Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan jumlah pasien sembuh dari Covid-19 hingga 05 Januari 2021 berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo bertambah sebanyak 24 kasus sehingga totalnya mencapai 1.954 kasus dari total kasus 2.267 kasus.

“Penyumbang kesembuhan harian terbanyak berada di Kecamatan Sumberasih sebanyak 8 kasus. Dengan adanya tambahan tersebut, maka total kesembuhannya mencapai 110 kasus dari total 132 kasus,” katanya.

Penambahan kesembuhan harian terbanyak kedua berada di Kecamatan Leces sebanyak 4 kasus serta kesembuhan harian terbanyak ketiga berada di Kecamatan Sukapura sebanyak 3 kasus. Sehingga total kesembuhan di Kecamatan Leces mencapai 86 kasus dari total 128 kasus dan Kecamatan Sukapura mencapai 13 kasus dari total 15 kasus.

Kesembuhan harian terbanyak keempat disumbangkan oleh Kecamatan Paiton dan Maron masing-masing sebanyak 2 kasus serta kesembuhan harian selanjutnya disumbangkan oleh Kecamatan Gending, Krejengan, Tegalsiwalan, Besuk dan Kraksaan masing-masing sebanyak 1 kasus.

Dengan demikian, total kesembuhan di Kecamatan Paiton mencapai 223 kasus dari total 242 kasus, Kecamatan Maron mencapai 117 kasus dari total 127 kasus, Kecamatan Gending mencapai 94 kasus dari total 122 kasus, Kecamatan Krejengan mencapai 76 kasus dari total 79 kasus, Kecamatan Tegalsiwalan mencapai 21 kasus dari total 29 kasus, Kecamatan Besuk mencapai 78 kasus dari total 92 kasus dan Kecamatan Kraksaan mencapai 316 kasus dari total 355 kasus.

“Dari sisi penambahan kasus positif baru, hari ini ada tambahan 15 kasus dan jumlah kumulatifnya menjadi 2.267 kasus. Penambahan kasus tertinggi hari ini ada di Kecamatan Kraksaan sebanyak 6 kasus sehingga total kasus secara kumulatif mencapai 355 kasus,” tambahnya. (Wap)

Tags: