Kota Batu Belum Penuhi Syarat Gelar PTM

SDN Gunungsari 4 yang ada diantara pegunungan membuat lokasi di kawasan ini tak terjangkau sinyal internet, sehingga tetap menjalankan Pembelajaran Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan yang sangat ketat. [anas bahtiar]

Hanya Sekolah yang Tak Terjangkau Internet Bisa Gelar PTM
Kota Batu, Bhirawa
Para pelajar di Kota Batu harus memendam keinginan menjalani tahun baru 2021 dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Karena kini Kota Batu masih belum memenuhi syarat menggelar PTM. Namun ada sekolah di pinggiran kota ini yang tak terjangkau sinyal internet, sehingga tidak bisa melaksanakan pembelajaran Dalam Jaringan (Daring). Sehingga sekolah ini diizinkan menggelar PTM namun dengan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat.
“Sesuai dengan instruksi Menteri Pendidikan sekolah yang boleh melaksanakan PTM adalah sekolah yang berada di zona hijau atau paling tidak zona kuning,” ujar Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko MSi, Selasa (5/1).
Kini Kota Batu masih berada di zona oranye sehingga persyaratan untuk menggelar PTM belum terpenuhi. Karena itu wali kota menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk memberi pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa di Kota Batu belum saatnya digelar PTM atau di Luar Jaringan (Luring).
Dewanti meminta kepada masyarakat untuk tidak menyamakan kebijakan dibukanya obyek wisata dengan dibukanya sekolah Luring. Apalagi isi sekolah adalah anak – anak yang masih di bawah umur dan rentan tertular penyakit.
“Potensi anak – anak rentan tertular penyakt ini harus dipikirkan juga. Kami tidak ingin anak – anak tidak pandai, tidak maju, tetapi juga harus memikirkan keselamatan dan kesehatan mereka,” jelas Dewanti.
Dewanti menegaskan, persetujuan orang tua terhadap penyelenggaraan sekolah adalah persyaratan tahap terakhir. Dimana persyaratan awal adalah kondisi daerah masuk daerah zona hijau atau zona kuning. Setelah syarat pertama terpenuhi, baru syarat selanjutnya yakni fasilitas pencegahan Covid 19 di sekolah lengkap. Dan kesiapan guru, termasuk salah satunya. Jika syarat kedua terpenuhi, maka baru diperhitungkan mengenai izin dari orang tua tentang penyelenggaraan sekolah secara Luring atau PTM.
Meski demikian saat ini memang ada beberapa sekolah yang menyelenggarakan PTM. Namun hal itu dilakukan dengan berbagai pertimbangan dan Prokes ketat. Salah satunya SDN Gunungsari 4.
Ada beberapa alasan mengapa SDN Gunungsari 4 bisa melaksanakan PTM. Diantaranya, jumlah masing – masing kelas di sekolah tersebut hanya 10 orang. Dan Gunungsari merupakan salah satu desa di Kota Batu yang memiliki keunikan topografi. Yaitu, berada di sebuah lembah di antara pegunungan Kota Batu. Akibatnya, desa ini kesulitan mendapatkan sinyal internet.
“Jangankan sinyal internet, sinyal televisi saja tidak bisa diterima di Dusun Brau Desa Gunungsari ini,” ujar Kepala SDN Gunungsari 04, Drs Indaryanto.
Selain itu, SDN Gununsari 4 juga tak memiliki banyak murid. Dari semua kelas mulai kelas I sampai kelas VI hanya memiliki 44 siswa saja. ”Untuk kelas I kita memiliki sembilan siswa, kelas II ada tujuh siswa, kelas III ada tujuh siswa, kelas IV ada delapan siswa, kelas V ada delapan siswa, dan kelas VI hanya ada lima siswa,” jelas Indaryanto.
Dengan latar belakang ini dan mempertimbangkan keluhan, serta permintaan dari komite sekolah maka sekolah ini tetap menggelar PTM dengan Prokes yang sangat ketat. [nas]

Tags: