Kota Probolinggo Menuju City Of Logistic

Kepala Dishub Provinsi Jatim Nyono bersama Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri dan tim meninjau koordinat batimetri perairan di sekitar Pelabuhan Probolinggo. [wiwit agus pribadi]

Siapkan Kawasan Logistik 1.000 Hektare, Investor Lirik Potensi Pelabuhan Tanjung Tembaga
Probolibnggo, Bhirawa
Cita-cita besar Pemerintah Kota Probolinggo untuk menjadi City of Logistic akan segera terwujud. Berbagai persiapan terus dilakukan seperti menyiapkan koordinat batimetri perairan disekitar Pelabuhan Probolinggo. Jika City of Logistic benar terwujud, Kota Probolinggo nantinya akan menampung seluruh kegiatan hasil industri perdagangan untuk didistribusikan ke daerah lain.
Saat melakukan peninjauan koordinat batimetri perairan disektiar Pelabuhan Probolinggo, Pemkot Probolinggo tidak sendirian. Mereka bersama-sama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim, Nyono, Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri dan tim, meninjau koordinat batimetri pada, Rabu (7/10) siang. Kegiatan itu merupakan upaya percepatan pengembangan pelabuhan di Probolinggo sesuai Perpres 80 tahun 2019.
Berangkat dari Pelabuhan Tanjung Tembaga menggunakan perahu karet, rombongan Dishub Provinsi Jatim, Dishub Kota Probolinggo dan Bappeda Litbang setempat berputar ke arah barat melewati terminal umum pelabuhan DABN, lalu menuju ke titik-titik kawasan logistik (pergudangan) yang rencananya akan dioptimalkan seluas 1.000 hektare.
Ditemui usai meninjau koordinat di laut, Wawali Subri menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sudah direncanakan atas seizin Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, terkait rencana ke depan mewujudkan Kota Probolinggo sebagai City of Logistic. Maka Pemerintah Kota Probolinggo mengundang Dishub Provinsi Jatim untuk melihat secara langsung mana titik-titik yang diploting.
“Titik koordinat ini batas dari potensi perluasan (pelabuhan), kedalaman juga kami perkirakan sehingga ke depan lebih ada kepastian terkait data tersebut. Memang harus didetailkan melalui kajian terkait dampaknya. Insyaallah tahun depan akan kami anggarkan,” ujar Wawali Subri.
Apa itu City of Logistic? Wawali Subri menjelaskan, Kota Probolinggo nantinya akan menampung seluruh kegiatan hasil industri perdagangan untuk didistribusikan ke daerah lain. Ia menyadari, jika Kota Probolinggo kawasannya terbatas. Sehingga cara tepat menyikapinya adalah dengan membuat titik penampungan dari berbagai macam logistik yang berasal dari Probolinggo dan sekitarnya.
“Harapannya nanti daerah sekitar seperti Situbondo, Bondowoso, Jember, Banyuwangi, Lumajang hingga Pasuruan bisa masuk ke Probolinggo untuk shipping-nya (pengiriman). Karena ada efisiensi lebih kurang 32 persen apabila barang didistribusikan dari atau melalui Kota Probolinggo,” bebernya.
Dari peninjauan itu, Subri baru mendapat informasi jika Dishub Provinsi Jatim akan membangun trestle (akses/jalan dari dermaga menuju darat) sepanjang 1,4 km ke utara dalam rangka menyiapkan dermaga 3.
“Kira-kira konsep besarnya, next 2-3 tahun ke depan warga Kota Probolinggo jadi tuan rumah di daerah sendiri akan terwujud dalam geliat perekonomiannya. Sesuai konsep kami, pembangunan kota di wilayah selatan ada RSUD dan pasar agro, tengah (wilayah) perdagangan dan selatan kemaritiman,” ujar wawali bersemangat.
Rencana pembangunan pergudangan ini pun menjadi daya tarik investor. Pasalnya, sudah ada investor yang mengajukan proposal untuk pengembangan pelabuhan sekitar 400 hektar dengan dana sekitar Rp 20 triliun. Namun, Pemerintah Kota Probolinggo masih menyiapkan segala sesuatunya seperti regulasi dan bentuk kerja sama.
Selain itu, untuk merealisasikan City of Logistic, Pemerintah Kota Probolinggo siap memfasilitasi kegiatan reklamasi seperti perizinan, SDM hingga Badan Usaha. “Karena kami tidak ingin warga Kota Probolinggo hanya jadi penonton. Selain menganggarkan kajian, tahun 2021 akan kami anggarkan apa yang menjadi kepentingan percepatan pembangunan ini,” terang Subri.
Sementara itu, Kepala Dishub Provinsi Jatim Nyono berharap, kawasan logistik ke arah industri di sekitar pelabuhan di Kota Probolinggo segera direalisasikan. Setelah survey titik-titik koordinat selanjutnya tim teknis (juru ukur) dalam waktu tidak terlalu lama akan memastikan koordinatnya.
Tujuannya, agar segera diketahui secara master plan pemetaan wilayah jangka panjang DABN dan kawasan pergudangan 1000 hektar. Upaya ini, lanjut Nyoto, untuk mendukung percepatan pembangunan ekonomi Jawa Timur yang dikoneksikan dengan Kawasan Strategi Pariwisata Nasional Bromo Tengger Semeru.
“Kota Probolinggo kami wujudkan sebagai City of Logistic, yaitu kota yang melayani perdagangan dan kebutuhan logistik nasional bahkan internasional. Tahun 2021 Bu Gubernur sudah menyetujui pembangunan trester ke arah min 16, panjangnya 2 kilo meter kali 81 meter akan kami bangun. Insyaallah anggarannya sudah ada. Nantinya, kapal ekspor akan sandar disana full kontainer,” tegas Nyoto.
Skenarionya, dermaga 1 khusus untuk batu bara akan diperkuat dan diperlebar. Sedangkan dermaga 2 untuk bahan makanan dan kapal pesiar agar Kota Probolinggo menjadi pintu gerbang pariwisata nasional bahkan internasional. Dishub Provinsi Jawa Timur juga akan membangun terminal transit penyambutan wisatawan yang diisi UMKM, wisata dan budaya lokal Kota Probolinggo.
Kapan rencana City of Logistic ini bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat? “Kalau kami secepatnya, secepatnya. Langkah hari ini (pemetaan titik koordinat) pun untuk melakukan percepatan merealisasi kawasan logistik,” jawab Nyoto lagi.
Kepala Dishub Provinsi Jatim pun menginginkan Pemkot Probolinggo tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri. “Harus memanfaatkan betul peluang lokasi yang strategis di Kota Probolinggo,” harapnya. Ditambahkan oleh Wawali Subri, saat ini tim percepatan pembangunan kawasan logistik antara Pemkot Probolinggo, Dishub Provinsi Jatim dan stakeholder terkait pun sudah dibentuk, tambahnya. [wiwit agus pribadi]

Tags: