KPR Imbau Pemerintah – Investor Peduli Perempuan

Nunuk Fauziyah

Nunuk Fauziyah

Tuban, Bhirawa
Salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban yang selama ini getol membantu dan peduli terhadap keberadaan perempuan meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban maupun pelaku industri tidak menutup mata dengan keberadaan perempuan yang tinggal di wilayah industri.
Diungkapkan Direktur LSM KPR Tuban, Nunuk Fauziyah, Pemerintah ataupun perusahaan mempunyai tanggung jawab dalam penyelesaian masalah sosial yang terkait dengan perempuan. Diantaranya pendidikan rendah yang masih membayangi perempuan-perempuan yang ada di wilayah eksploitasi khsusnya di Bumi Wali Tuban.
“Jangan menutup mata, kalau permasalahan sosial yang melibatkan perempuan hanyalah sekedar takdir belaka,” kata Nunuk (14/4), saat ditanya mengenai keterlibatan perempuan di industri khsuusnya di Kabupaten Tuban yang saat ini menuju kota Industri.
Menantu dari KH. Abdul Matin pengasuh Ponpes Sunan Bejagung Semanding Tuban ini juga menjelaskan, selain pendidikan rendah yang membuat perempuan semakin tidak berkutik, juga pada posisi sosial dimana perempuan yang kian terpinggirkan.
Istri dari Ketua Panwaskab Tuban Sulamul Hadi ini memberikan contoh, banyaknya perempuan yang terpaksa menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di beberapa negara. Akibat tidak adanya pekerjaan di desa asal mereka. “Padahal desanya merupakan wilayah eksploitasi industri,” kata dia.
Nunuk juga mengaku masih percaya pada pemerintah dan meminta perusahan yang mengeruk sumber daya alam (SDA) di Bumi Wali Tuban ini bisa lebih arif dalam menyikapi permasalahan ini. Yakni dengan bertanggung jawab memberikan bekal pendidikan strategis yang cukup kepada perempuan. Supaya kedepan bisa meningkatkan perekonomian, atau bahkan ikut terlibat di operasioanal pekerjaan mereka.
“Jangan asal memberikan pelatihan yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat, terlebih tidak ada pendampingan yang serius setelah pelatihan tersebut dilaksanakan,” terang Nunuk yang juga mantan aktifis PMII semasa masih menjadi mahasiswa di kampusnya.
Kabupaten Tuban saat ini kaya akan industri semenjak pemerintah di pegang oleh H. Fathul Huda dan Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si. Banyak investor yang berinfestasi di bumi wali setelah kran perizinan di buka lebah oleh Bupati Huda.
Selaian PT Semen Indonesia Tbk, PT Semen Holcim Indonesia, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), Mobiol Cepu Ltd (MCL), PT Pertaminan EP, LPTU juga terdapat perusahan baja PT Multi Baja Industri (MBI) selain sejulah perusahan yang ada di kabupaten Tuban yang diharapkan memeiliki  kepedulian terhadap masyarakat lokal. [hud]

Tags: