KPU Gresik dan PWI Sosialisasikan Pilbup untuk Gaet Partisipasi Publik

Sosialisasi KPU bersama PWI.

Gresik, Bhirawa
Komisi pemilihan umum ( KPU ), menggelar sosialisasi bersama para wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik. Untuk untuk menggaet partisipasi publik, hingga saat ini masih tergolong rendah.

Ketua KPU Gresik Akhmad Roni mengatakan, bahwa partisipasi dalam pilbub di tengah pandemi Covid-19. Menjadi tantangan yang cukup berat bagi KPU, meski

Pelaksanaan pemungutan suara kurang 44 hari lagi. Berbagai persiapan terus digelar untuk menggaet partisipasi publik, untuk menekan angka golput.

“Bisa kita rasakan, gairah kampanye yang dilakukan masing-masing calon kandidat terbilang minim. Bila di bandingkan dengan pilbub tahun kemarin, di sebabkan juga akarena aturan protokol Covid-19. Dan peraturan KPU 13/2020, yang membatasi kegiatan kampanye dimuka umum.”ujarnya.

Problem itu, tentu dirasakan masing-masing calon untuk mengkampanyekan visi dan misinya. Dalam tiga kali penyelenggaraan pemilihan Cabup-Cawabup di Gresik, jumlah partisipasi mudah menujukkan peningkatan yang signifikan. Pada 2015 lalu, ada 70,1 persen pemilih yang menggunakan hak suaranya.

Dan tingkat kesadaran masyarakat waktu pencoblosan cukup tinggi, dibanding daerah lain. Dalam Pilbub kali ini, menargetkan 77,5 persen partisipasi publik sesuai intruksi KPU Pusat. Memang berat, namun akan tetap berusaha maksimal karena pilbub kali ini sukses. Maka akan menjadi pondasi kuat, untuk pesta demokrasi kita dimasa mendatang di tengah pandemi Covid-19.

Ditambahkan Roni, mengajak semua masyarakat dan berbagai elemen untuk berpartisipasi dalam memilih pemimpin untuk satu periode kedepan. KPU juga

menjamin kenyamanan pemilih dalam setiap tahapan pilbub, panitia pemungutan suara kami lakukan rapid test, juga sarana prokes lengkap di 2.267 tempat pemungutan suara (TPS). Dan bilik khusus bagi pemilih yang memiliki suhu diatas 37 derajat, jemput bola pasien positif yang sedang menjalani karantina.

Sementara Ketua PWI Gresik Sholahuddin mengatakan, bahwa profesi jurnalis merupakan salah satu pilar penegak demokrasi. Menjadi tanggungjawab bersama untuk mensukseskan pilbub. [kim]

Tags: