KPU Tetapkan Paslon, Umar Siap Mundur dari Ketua PCNU Kabupaten Malang

Ketua PCNU Kab Malang dr Umar Usman.

Kab Malang, Bhirawa
Ketua Pimpinan Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang dr Umar Usman yang akan maju di Pemilihan Pemilihan Bupati (Pilbup) Malang 2020, hal ini telah mendapatkan berbagai tanggapan masyarakat maupun di internal pengurus PCNU. Karena sesuai dengan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi keagamaan tersebut, jika ada pengurus syuriah maupun tanfiziah maju pada kontestasi politik atau maju sebagai Calon Bupati (Cabup) maupun Calon Wakil Bupati (Cawabup), maka harus mengundurkan diri pengurus PCNU.

Hal ini dibenarkan, Ketua PCNU Kabupaten Malang dr Umar Usman, Selasa (7/7), kepada wartawan, jika pengurus syuriah maupun tanfiziah mencalonkan sebagai kepala daerah memang harus mengundurkan diri. Sedangkan pengunduran diri itu setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan menetapkan pasangan calon (paslon). Dan jika belum ada penetapan paslon, maka belum menungdurkan diri, karena hal itu sudah diatur didalam AD/ART organisasi PCNU. “Jadi jika nanti KPU Kabupaten Malang sudah mengumumkan penetapan paslon, maka dirinya langsung menyatakan mundur dari Ketua PCNU Kabupaten Malang,” tegasnya.

Menurut dia, dirinya membenarkan apa yang disampaikan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang KH Fadlol Hijah, karena sudah dijelaskan di AD/ART PCNU pasal 51 ayat 4, jika pengurus syuriah maupun tanfiziah mecalonkan diri sebagai Cabup maupun Cawabup harus mengundurkan diri. Dan selain itu, juga diatur dalam pedoman organisasi dalam pasal 12 ayat 1 dan 2. Sehingga sudah ada penetapan paslon dari KPU, tentunya harus mengundurkan diri dari pengurus organisasi.

“Artinya, saya sudah siap mengundurkan diri sebagai Ketua PCNU Kabupaten Malang saat sudah ditetapkan sebagai paslon oleh KPU. Karena jika tidak mundur, secara otomatis Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) mencabut Surat Keputusan (SK) Ketua PCNU Kabupaten Malang,” papar Umar.  

Sedangkan, dia katakan, terkait pencalonan dirinya sebagai Calon Bupati (Cabup) Malang ini sudah dibahas pada tahun 2019 lalu dengan jajaran PCNU Kabupaten Malang. Dan pembahasan yang kami lakukan di internal pengurus PCNU yakni

untuk mengimplementasikan atau menerjemahkan AD/ART yang dimaksud satu tahun lalu. Sehingga dirinya sudah siap untuk melepas jabatan jika memang nanti sudah ada surat resmi dari KPU.

“Pencalonan saya sebagai Bupati Malang berangkat melalui gerbong Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dan bahkan dirinya sudah mendapatkan surat tugas dari Pimpinan PKB untuk mencalonkan sebagai Bupati Malang, yang akan digelar KPU secara serentak, pada 9 Desember 2020 mendatang,” ujar Umar, yang kini juga menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang. [cyn]

Tags: