Kunci Jawaban Soal Matematika Beredar

16-kunci-jawaban-soal-unasSurabaya, Bhirawa
Kabar sumir tentang peredaran kunci jawaban Ujian Nasional (UN) 2014 akhirnya terbukti. Di hari kedua UN digelar, kunci jawaban soal untuk mata pelajaran (mapel) Matematika beredar ke tangan siswa di Surabaya.
Peredaran kunci jawaban ini diprediksi sampai ke tangan peserta, Selasa (15/4) pada pukul 05.30. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua II Dewan Pendidikan Surabaya Isa Anshori. Dia mengatakan, ada dua paket kunci jawaban mapel Matematika bocor dalam sebuah gambar yang disebar melalui pesan elektronik. Dalam gambar tersebut tertera keterangan paket soal Matematikan paket satu dan paket soal enam.
“Saya mendapat ini dari komunitas siswa di sekolah Surabaya kawasan tengah,” katanya saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Jl Genteng Kali, Selasa (15/4) siang.
Dalam pernyataannya, Isa enggan merinci nama dan asal sekolah mana dia mendapat kunci jawaban tersebut. Dia beralasan, tahun lalu hal serupa pernah terjadi. Ketika menyebut nama sekolah yang menerima kunci jawaban, pihaknya diprotes sekolah bersangkutan. “Tidak bisa saya katakan nama sekolahnya,” terangnya.
Isa melanjutkan, modus peredaran kunci jawaban UN tahun ini sedikit bergeser. Jika, tahun sebelumnya beredar dari sekolah pinggiran ke sekolah yang berada di tengah kota, tahun ini berbalik dari pusat ke pinggiran.
Dia menuturkan, untuk mencocokkan kunci jawaban dengan paket soal yang berjumlah 20 ini, siswa cukup mencocokkan lima soal yang menjadi tanda. Misalnya, di kunci jawaban paket enam yang diperoleh, siswa tinggal melihat soal nomor 1 sampai 5. Jika soal yang keluar sama dengan yang tertera di kunci jawaban, artinya itulah kunci jawaban soal paket enam. “Yang keluar sekarang lebih lengkap,” ungkapnya.
Lepas dari benar atau tidaknya kunci jawaban soal Matematika ini, lanjut Isa, penyebaran kunci jawaban sudah cukup meresahkan siswa dan masyarakat. “Jadi saya minta tolong dari pihak terkait agar bisa membuktikan bahwa ini benar-benar isu yang dikeluarkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, terutama pihak yang ingin mencari keuntungan semata,” tegas pria yang juga Ketua Hotline Pendidikan Jatim ini.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dindik Surabaya Ikhsan menegaskan bahwa isu-isu peredaran kunci jawaban sudah terjadi sejak UN belum digelar. Dia pun berharap perserta UN di Kota Pahlawan tidak tergoda dengan kunci jawaban tersebut. “Saya berharap anak-anak tidak mempertaruhkan nasibnya kepada hal-hal yang tidak jelas. Itu hanya isu dan semua orang bisa membuatnya,” tandasnya.
Tidak hanya di Surabaya, Ketua  Dewan Pendidikan Jatim Prof Zainudin Maliki juga mensinyalir hal serupa juga terjadi di daerah lain. Sepekan sebelum UN berlangsung, kata dia, di Bojonegoro sejumlah penawaran untuk jual beli kunci jawaban telah beredar ke peserta UN. Ini diketahuinya setelah melakukan kroscek langsung kepada siswa saat singgah di daerah tersebut.
“Sampai kapan pun, isu semacam ini akan terus beredar. Terlepas benar atau tidaknya, banyak orang yang ingin mengail di air keruh. Artinya, banyak orang tidak bertanggung jawab ingin mencari keuntungan di sini,” tutur dia.
Maliki menegaskan, hal ini perlu mendapat tindakan serius dari pemerintah daripada hanya sibuk menangkis isu yang ada di lapangan. Jika ada tindakan serius, diharapkan dapat menimbulkan efek jera bagi oknum yang melakukannya. “Sebenarnya kalau serius bisa diselidiki. Apalagi penyebarannya yang nota bene menggunakan peralatan elektronik. Ini tentu lebih mudah dilacak,” kata dia. [tam]

Rate this article!
Tags: