Kurang Peluru,Petembak Jatim Tekor

11-tembakSurabaya, Bhirawa
Cabang Olahraga (Cabor) menembak masih menjadi andalan Jatim di Pekan Olahraga Nasional (PON) Jabar 2016, namun sayangnya justru kurang mendapat perhatian serius dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim. Bahkan
para atlet harus membeli peluru sendiri saat berlatih maupun mengikuti Kejurnas.
Dampak minimnya anggaran peluru membuat program latihan yang sudah dirancang oleh pelatih berjalan kurang maksimal, karena para atlet yang tergabung di Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim 100 hanya dijatah 50 butir peluru. “Kami menyesuaikan anggaran dari KONI Jatim,” kata Ketua Harian Perbakin Jatim, Rusdianto, saat ditemui di Kantor Perbakin Jatim di Jalan Gajah Mada Surabaya.
Agar atlet bisa berlatih dengan baik, tidak jarang mereka harus membeli sendiri untuk menambah jumlah tembakan. “Jumlah atlet Puslatda ada 13 orang, yang punya uang mereka bisa beli sendiri. Tapi tidak bisa begitu terus,” katanya.
Walau anggaran peluru minim, namun para atlet masih bisa meraih prestasi, seperti di Kejuaraan Awang Faroek Cup 2014 pada Bulan September lalu, petembak Jatim berhasil merebut 4 emas, 10 perak dan 2 perunggu. Kemudian di Kejurnas Antar Klub di Jakarta 27 Oktober- 2 Nopember berhasil meraih 6 emas, 11 perak dan 1 perunggu. Empat itu disumbangkan oleh atlet senior, sedangkan dua emas sisanya atlet junior. “Prestasi itu kurang bagus karena banyak peraknya,” kata Rusdianto.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Pengprov Perbakin sebenarnya tidak pernah meminta banyak kepada KONI Jatim sebagai penanggungjawab Pusltada, “Kami tidak perlu mendatangkan pelatih atau membeli atlet dari luar. Cukup tambah peluru saja, lebih realitis, ” tandanya.
Untuk tahun 2014 ini, Pengprov Perbakin Jatim mengaku total mendapatkan kucuran dana dari KONI senilai Rp 315 juta, “Itu sudah total termasuk biaya dua kali Kejurnas di Balikpapan dan Jakarta kemarin, ” tambah Sekretaris Perbakin Jatim, Purwadi.
Sementara itu salah satu atlet, Firtian Judiswandarta membenarkan kalau dirinya harus tekor sekitar Rp10 juta untuk membeli peluru saat berlomba di Kejurnas Antar Klub Jakarta.
Karena saat berlomba ia membutuhkan lebih 400 peluru mulai babak penyisihan hingga final untuk satu nomor. Hasilnya pria yang juga PNS di Bapeprov Jatim itu berhasil meraih dua emas dan satu perunggu. “Saya berharap KONI Jatim memberikan anggaran lebih untuk peralatan terutama peluru,” kata pria yang juga peraih emas di PON Raiu 2012 itu. [wwn]

Keterangan Foto :  Firtian Judiswandarta berhasil meraih 2 emas, 1 perunggu di Kejurnas Antar Klub Jakarta, walau ia harus membeli sendiri pelurunya. [wawan triyanto/bhirawa]

Rate this article!
Tags: