Kursi N1 Direbut Dua Pasangan Calon

Ketua KPU Kab Malang Anis Suhartini

Bapaslon Jalur Independen Tak Bisa Ikuti Tahapan Pilkada
Kab Malang, Bhirawa
Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati Malang dari jalur independen Heri Cahyono-Gunadi Handoko atau Malang Jejeg telah dinyatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk mengikuti tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020.

Hal itu berdasarkan dari hasil Verifikasi Faktual Dukungan Perbaikan Bakal Calon Perseorangan, yang di gelar KPU setempat, pada Jumat (21/8).

Sehingga dengan tidak lolosnya bapaslon independen dalam tahapan Pilkada, maka dipastikan pertarungan dalam perebutan kursi N1 hanya diikuti dua paslon, yaitu HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi), yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Pembaruan (PDIP) dan Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (Ladub), yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sedangkan untuk Paslon SanDi telah didukung empat partai politik (parpol), yakni Partai NasDem, Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrat. Sedangkan PKB belum ada dukungan dari parpol, karena partai berlambang bola dunia itu bisa mengusung sendiri paslon, sebab telah memiliki 12 kursi di gedung DPRD Kabupaten Malang, yang sama juga dimiliki PDIP 12 kursi. Dan masih ada dua parpol yang hingga kini belum menentukan pilihan dukungan kepada paslon, yakni Partai Golkar dan Partai Hanura.

Ketua KPU Kabupaten Malang Anis Suhartini, Minggu (23/8), kepada wartawan membenarkan, jika Bakal Calon Bupati (Bacabup) Malang Heri Cahyono dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Malang Gunadi Handoko dari jalur independen, tidak dapat melanjutkan tahapan Pilkada Kabupaten Malang 2020. Karena dari hasil Verifikasi Faktual Dukungan Perbaikan Bakal Calon Perseorangan, paslon tersebut TMS. Sedangkan dari rekapitulasi dukungan yang memenuhi syarat terkumpul 115 ribu dukungan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Untuk memenuhi syarat dukungan minimal calon independen harus mengumpulkan 129.796 dukungan foto copy KTP,” ungkapnya.

Menurutnya, dari hasil verifikasi faktual yang dilaksanakan KPU Kabupaten Malang, dengan menghasilkan keputusan bahwa Bacabup Malang Heri Cahyono dan Bacawabup Malang Gunadi Handoko TMS untuk mengikuti tahapan Pilkada Kabupaten Malang. Sehingga dengan keputusan itu, maka paslon perseorangan tidak menerima keputusan KPU, dan mereka akan menempuh jalur hukum. Dan mereka kita persilahkan untuk menggunakan hak-haknya untuk mengajukan sengketa kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

“Pengajuan sengketa maksimal tiga hari sejak diputuskan Bapaslon Bupati Malang Tidak Memenuhi Syarat oleh KPU, sehingga dengan putusan itu Bapslon tidak bisa melanjutkan ke tahapan Pilkada. [cyn]

Rate this article!
Tags: