La Nyalla Matalitti: Panitia All England Bertindak Tak Adil, Perlu Diprotes

Ketua DPD RI La Nyalla Matalitti

Jakarta, Bhirawa.
Kabar menyedihkan tentang kontingen bulutangkis Merah Putih yang di-diskualifikasi oleh panitia All England. Setelah dituduh, kecamatan satu pesawat terbang dengan seorang yang terjangkau Covid-19. Menjadi sorotan luas masyarakat Indonesia, juga kalangan Senator Indonesia di DPD RI.

Tak ayal, Ketua DPD RI La Nyalla Matalitti, melayangkan protes keras dan meminta panitia All England untuk berlaku adil terhadap kontingen Indonesia. Dikatakan, jika atlet Denmark, Thailand dan India, bisa mendapat kebijakan untuk di tes ualang. Seharusnya hal itupun diberlakukan pada atlet Indonesia. Tegas La Nyalla Matalitti, Jumat (19/3).

Seperti diketahui, atlet Indonesia, untuk masuk Inggris, menggunakan maskapai penerbangan Turki. Sementara, di Turki sendiri kasus Covid-19 tengah menggagas. Sialnya, salah satu penumpang terpapar Covid-19, yang meyebabkan kontingen Indonesia didiskualifikasi dari ajang bergengsi tersebut.

Rombongan Indonesia menerima pemberitahuan dari Nasional Health Service (NHS), yang menyatakan; Rombongan Indonesia harus dikarantina sampai 23 Maret. Sehingga berimbas pada keikutsertaan dalam bertanding di arena turnamen. Tegasnya kontingen Indonesia tidak bisa mengikuti pertandingan yang sudah terjadwal. Alias drop.

Anehnya, perlakuan berbeda didapat oleh atlet asal Denmark. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dan Badminton England memberi Denmark kesempatan untuk tes ulang. Karena munculnya hasil inkonklusif dan posiif dalam jumlah yang signifikan. Selain Denmark, nasib jujur juga didapat atlet Thailand dan India.

“Sayangnya, hal itu tak berlaku bagi atlet Indonesia. Justru langsung di-diskualifikasi tanpa ada pemeriksaan ulang dan mendalam. Saya minta pemerintah segera turun tangan memperjuangkan nasib para atlet ini. Agar mereka bisa ikut berlaga di All England Open 2021 untuk membawa harum nama bangsa,” tegas La Nyalla. [ira]

Tags: