Lagi, Kejari Surabaya Tahan Tersangka Korupsi

DSCN9816Kejari Surabaya, Bhirawa
Penyidikan dugaan korupsi pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Middle East Ring Road (MERR) II C di Kecamatan Gununganyar yang memeriksa para warga dan pihak luar, membuahkan hasil. Setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menetapkan dua tersangka, kini penyidik menetapkan satu tersangka lagi dan melakukan penahanan.
Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Surabaya Nurcahyo Jungkung Madyo memaparkan, setelah menetapkan dua tersangka yakni OF sebagai Satuan Tugas (Satgas) di Dinas Bina Marga & Pematusan, ED sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Pihaknya kembali menetapkan satu tersangka lagi inisial DW selaku koordinator Satgas pembebasan tanah.
“Tanggal 12 Mei lalu kita tetapkan dua orang tersangka. Sekarang kita tambah satu tersangka lagi, dan ke tiganya di jebloskan di dua tempat berbeda, yakni di Rutan Klas I Surabaya di Medaeng dan Lapas Sidoarjo,” terang Nurcahyo, Rabu (4/6).
Menurut Nurcahyo, penetapan satu tersangka ini didapati setelah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi, baik dari SKPD terkait maupun pihak luar. Ternyata dari perkembangan pemeriksaan itu, didapati satu tersangka lagi, sekaligus penetapannya.
“DW merupakan koordinator Satgas pembebasan tanah,” katanya.
Lebih lanjut, Cahyo mengungkapkan, posisi DW adalah coordinator pembebasan tanah untuk Gununganyar. Terkait penahanan ini, Cahyo menjelaskan bahwa penahanan ke tiganya didasarkan pada ketentuan Pasal 21 KUHAP.
Adapun alasanya yakni dikuatirkan tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, dan mengulangi tindak pidana.”Kasus ini kan masih bergulir, jadi kami mempunyai kekuatiran nantinya tersangka kabur. Selain itu, penahanan ini juga sesuai dengan Pasal 21 KUHAP,” terangnya.
Disinggung terkait penahanan kepada tersangka, Cahyo menegaskan, proses penahanan ke tiganya sesuai dengan kewenangan yang ada di penyidik yakni selama 20 hari. Menurutnya, penahanan ini dilakukan sejak tanggal 4 sampai 23 Juni mendatang. “Untuk OF dan ED dibawa ke Rutan Medaeng. Sedangkan DW kami bawa ke Lapas Klas 2 A Sidoarjo,” tegasnya.
Alasan pemisahan penahanan tersangka yakni untuk membantu proses penyidikan. Kenapa tidak ditahan ke Rutan Medaeng? Nurcahyo beralasan, pembuktian yang dilakukan pihaknya sudah sesuai dengan keterangan yang ada. Selain untukĀ  mempelancar proses penyidikan, pemisahan penahanan ini juga dilihat dari factor pengamanan.
Terkait adakah penambahan tersangka lagi dalam penyidikan itu, Nurcahyo menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan hal itu. Sebab, pihaknya masih mengembangkan penyidikan ini. “Penyidikan masih terus kami dalami,” tuturnya.
Tak hanya itu saja, terkait penggelembungan ganti rugi pada warga, pihaknya memang sudah memeriksa sekitar 35 warga. Dari pemeriksaan itu, pihaknya menindaklanjuti dengan menyita uang tunai dan buku tabungan milik warga itu. “Dari penyidikan, ada 40 dari 163 persil lahan yang kami ketahui. Sedangkan warga yang diperiksa, ada sekitar 30 sampai 35 warga. Pada Jumat (30/5) kemarin, kami juga sudah memeriksa tujuh warga,” tandasnya. [bed]

Keterangan Foto : Jaksa pidsus Kejari Surabaya saat mengeksekusi OF selaku Satgas di Dinas Bina Marga & Pematusan, Rabu (4,6). [Abednego/bhirawa].

Tags: