Lagi, Satpol PP Surabaya Razia Pelajar Bolos Sekolah

Puluhan pelajar yang terjaring razia Satpol PP Kota Surabaya saat membolos di warnet, Selasa (131) pagi. Sembari menuggu pihak orang tua dan guru menjemput, Petugas memotong rambut pelajar. gehSurabaya, Bhirawa
Sepuluh pelajar terjaring razia yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya di beberapa warnet di kawasan Jalan Ploso Timur dan Jalan Mundu pada saat jam sekolah berlangsung, Rabu sekitar pukul 10.00 WIB. Mirisnya, ada pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) juga terjaring razia.
Para pelajar mayoritas sedang asyik bermain-main di dunia maya serta masih mengenakan seragam sekolah .di Warnet Mundu Pelajar SD kelabakan saat didatangi petugas Satpol PP yang tergabung dalam Tim Odong-Odong.
” Pelajar SD sempat dilepas seragam sekolahnya serta memakai celana pendek agar tidak diketahui petugas. Serta seragam itu dimasukkan didalam tasnya dan disembunyikan dibawah meja warnet,” kata anggota Tim Odong-Odong perempuan Luluk Kasanah pada Bhirawa, Selasa (13/1).
Tak puas dengan hasil razia, Tim Odong-Odong beralih di daerah Ploso Timur yang diduga banyak pelajar yang bermain di warnet saat jam sekolah. Alhasil, petugas mendapati pelajar dari sekolah swasta yang asyik bermain game online.
” Kesepuluh pelajar ini langsung kita bawa ke Mako Satpol PP untuk dimintai keterangan lebih lanjut serta pendataan,” tambah luluk.
Sesampai di Mako Satpol, sepuluh pelajar ini didata dan disuruh memanggil orang tuanya masing-masing dan guru disekolahnya. Serta rambut yang terlihat panjang, petugas Satpol sudah menyiapkan alat mesin potong rambut untuk merapikannya.
” Rambutnya kita potong pendek agar terlihat rapi, kami sudah siap dengan mesin potong rambut serta gunting,” kata Rudi P petugas Satpol PP disela-sela memotong rambut.
Kasatpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto menjelaskan razia terhadap anak sekolah tersebut digelar secara rutin. Mereka diamankan saat berada di warnet daerah Taman Mundu dan Ploso Timur.
Menurut Irvan, razia kepada kalangan pelajar sebagai cara untuk menekan niatan pelajar yang kerap membolos sekolah. ” Mereka itu pamit dari rumah dengan orangtuanya kan pergi ke sekolah. Tapi ternyata mereka tidak masuk sekolah alias bolos. Meski sudah selesai sekolah juga harus pulang dulu agar orang tuanya mengetahui,” kata Mantan Camat Rungkut ini.
Para pelajar tersebut dirazia saat berada di Warnet sekitar Taman Mundu dan Ploso Timur. Mereka berasal dari berbagai sekolah, SMA Giki 3, SMK 45, SMK Kal-1, SMP Mardi Putra, SMP PGRI 1, serta ada yang dari SDN Kapasan dan SDN Pacarkeling 10. (geh)

Keterangan Foto : Puluhan-pelajar-yang-terjaring-razia-Satpol-PP-Kota-Surabaya-saat-membolos-di-warnet-Selasa-131-pagi.-Sembari-menuggu-pihak-orang-tua-dan-guru-menjemput-Petugas-memotong-rambut-pelajar.-[geh/bhirawa].

Tags: