Lahan Utara Masjid Agung Al Akbar Jadi Setra PKL

2-Jajaran pengurus masjid Al Akbar Surabaya saat heraing dengan Komisi B terkait penggunaan lahan sisi utara untuk kawasan PKLDPRD Surabaya,Bhirawa
Upaya manajemen Masjid Agung Al-Akbar untuk bisa mengunakan lahan milik Pemkot Surabaya menjadi perluasan pengembangan Masjid sepertinya masih memerlukan perjalanan yang panjang, karena Pemkot Surabaya telah menetapkan area tersebut untuk sentra PKL.
Dalam rapat dengan pendapat (hearing) di komisi B (perekonomian) yang menghadirkan Bappeko, Dinas CKTR, Camat Jambangan dan pengurus Masjid Al Akbar berlangsung kondusif karena masing masing pihak telah memahami tupoksi , hak dan kewajiban masing masing, utamanya manajemen Masjid.
Martining Kabid ekonomi Bappeko mengatakan jika lahan sebelah utaran Masjid Agung telah direncanakan untuk pembangunan sentra PKL, bahkan sudah dianggarkan melalui Dinas Koperasi di tanhun anggaran 2014 senilai Rp 4 miliar.
Menurutnya tahap DED sudah selesai, namun karena Dinkop tak kunjung merealisasikan sampai waktunya habis dengan alasan anggaran yang dikelolanya terlalu besar, Bappeko sudah mengalihkan pos anggaran melalui dinas CKTR.
“Sampai saat ini masih belum ada perubahan apapu, bahwa lokasi sebelah utara masjid agung diperuntukkan pembangunajn sentra PKL, Taman dan Parkir,” jelasnya.
Menanggapi pernyataan wakil dari Bappeko, Ketua Komisi B Mazlan Mansur yang bertindak sebagai pimpinan rapat meminta agar perencanaannya segera dimatangkan. ” kami minta Bappeko segera mematangkan perencanaannya agar tidak ngambang, sehingga dapat dipastikan peruntukan dan kapan pelaksanaannya,” ucapnya (19/1/15).
Tidak hanya itu,Mazlan juga mengingatkan kepada pengurus yayasan Masjid Agung untuk segera berkoordinasi dengan Walikota terkait permohonannya,” himbaunya.
Hal senada juga diucapkan Hadi Mulyono Kepala Dinas UKM dan koperasi Kota Surabaya jika pemkot Surabaya telah menerima permohonan surat dari manajemen Masjid Agung Al-Akbar dan sedagng dilakukan pembahasan, namun hasil masih belum.
“Sekkota memang sudah menerima surat dari manajemen Masjid Agung, dan tadi kami masih melakukan rapat, namun hasilnya masih harus menunggu, karena masih dilakukan kajian lanjutan,” tegasnya.
Kami sepakat, Lanjut Hadi, jika lahan sebelah utara digunakan untuk penampungan PKL, karena PKL yang dijalan harus steril, siapapun pengelolanya, karena belum mmendata sekaligus memasukkan dalam daftar sebagai binaan Dinkop.
“kamis siap asal hanya untuk warga dan ber KTP kota Surabaya, itu wajib karena sebagai salah satu upaya untuk mencegah urbanisasi,” tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Endro Siswantoro, Dirut Yayasan masjid Al-Akbar memohon dukungan dari semua pihak termasuk DPRD Surabaya soal pengembangan Masjid, karena untuk kepentingan kemanusiaan.
“Kami tetap mendukukung keberadaan PKL di lingkungan Masjid, asal kegiatannya tetap mengedepankan nuansa Islami, artinya tidak menjadi warung remang remang apalagi menjual minuman keras, kami juga tidak akan mencampuri kepengurusan PKL, silahkan dikelola sendiri asal bisa menjaga kondusifitas lingkungan Masjid,” tanggapnya.
Namun Endro tidak menampik bahwa upayanya bisa menggunakan sebgian lahan sebelah utara Masjid untuk pembangunan fasilitas pendidikan yang selama ini telah berjalan.
“Kami memang berencana membuat sebuah bangunan yang nantinya akan kami gunakan untuk menampung siswa dan mahasiswa yang saat ini belajar di salah satu ruangan Masjid, kenapa hal ini kami lakukan, karena kondisinya sudah tidak memenuhi syarat lagi,” jlentrehnya.
Masih Endro, upaya tersebut telah disampaikan pada 30 pejabat termasuk didalamnya perwakilan dari Bappeko Kota Surabaya dan saat itu disepakati agar lahan tersebut bisa digunakan untuk pengembangan Masjid.
Namun sampai saat ini surat permohonan kami ke Pemkot Surabaya sebagai pemilik lahan masih belum mendapatkan jawaban.
Sementara wakil dari Dinas CKTR secara tegas mengatakan bahwa sesuai arahan Wali Kota Surabaya, bahwa lahan sebelah utara Masjid Agung Al Akbar masih belum ada perubahan perencanaan dan peruntukan, yakni untuk pembanguan sentra PKL yang rencananya terbesar di wilayah Kota Surabaya. [gat]

Keterangan Foto : Jajaran-pengurus-masjid-Al-Akbar-Surabaya-saat-heraing-dengan-Komisi-B-terkait-penggunaan-lahan-sisi-utara-untuk-kawasan-PKL.

Tags: