Laju Inflasi Sidoarjo Tahun 2020 Masih Stabil

Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono, memberikan pengarahan kepada anggota TPID Sidoarjo, supaya inflasi stabil terkendali.[alikus/bhirawa].

Sidoarjo, Bhirawa
Inflasi Kabupaten Sidoarjo sampai akhir Bulan Desember atau di akhir tahun 2020 ini, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sidoarjo, relatif masih stabil terkendali. Meskipun demikian, bila dibandingkan dengan Bulan November 2020, mengalami kenaikan. Menurut data BPS Sidoarjo, inflasi di Kab Sidoarjo tertinggi terjadi di Bulan Mei, saat Idul Fitri, sebesar 0.51%.

Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono, mengharapkan kestabilan inflasi di Kab Sidoarjo harus terus dijaga. Dirinya menyatakan terima kasih kepada tim pengendali inflasi daerah (TPID) Kab Sidoarjo yang selama ini mampu mengendalikan laju perkembangan inflasi sehingga masih terus stabil. “TPID Sidoarjo harus kuat dan sinergis dalam menjaga laju perkembangan inflasi,” komentarnya, saat hadir dalam Rakor TPID Kabupaten Sidoarjo, Selasa (15/12) di Fave Hotel Sidoarjo.

Karena inflasi yang stabil dan bisa terjaga, menurut Hudiyono, ekonomi warga Sidoarjo tumbuh. Prosentase pendapatan warganya 5.85%. Artinya, dalam 1 tahun pendapatan warganya dirata-rata bisa sampai mencapai Rp90 juta.

Menurut ia, adanya inflasi karena dampak Covid-19 harus dipikirkan. Maka itu Pemkab Sidoarjo, telah menganggarkan sejumlah bantuan kepada mereka yang kena dampak Covid-19 ini. Diantaranya pekerja yang kena PHK dan usaha mikro.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Harmanta, dalam kesempatan itu mengharapkan TPID Kab Sidoarjo supaya lebih baik lagi dalam mengawal laju inflasi. Dirinya mengatakan sejumlah komoditas yang harus diwaspasai pada akhir tahun, karena akan bisa memicu terjadinya inflasi diantaranya daging ayam, bawang merah, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit dan beras.

Inflasi di tahun 2021, komoditas yang perlu diperhatikan agar bisa terjaga diantaranya, bakso, daging kambing, minyak goreng. Menurut Harmanta, kondisi inflasi tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur berkisar 1.47% – 1.67%. “Peran aktif TPID menjadi salah satu faktor bisa terkendalinya inflasi,” katanya.

Untuk TPID Kabupaten Sidoarjo, pada tahun 2021 mendatang, dirinya berharap ada program unggulan.

TPID supaya melakukan pemetaan terhadap kondisi komoditas, guna bisa menekan terjadinya inflasi. Juga cara berkomunikasi dan koordinasi, sebab saat ini memasuki era digitalisasi.[kus]

Tags: