Lama Nganggur, Pekerja Terop Trenggalek Wadul Anggota Dewan

Trenggalek,Bhirawa
Kalangan pengusaha sound system, pelaku seni, dekorasi, Ketering,Shoting, dan yang lainnya kesemuanya mengatasnamakan pekerja dibawah Terop wadul ke Dewan, mereka meminta bantuan agar bisa kembali bekerja setelah lama menganggur akibat pandemi Covid-19, dengan memberikan izin mengadakan kembali hiburan, Resepsi pernikahan, dan lainnya pada masa pandemi covid-19.

Ketua Komisi IV Mugianto mengaku bahwa pihaknya tadi telah menerima masukan juga 2 tuntutan dari beberapa perwakilan paguyuban seni, dan sound system Kabupaten Trenggalek yang mana, tuntutan tersebut agar pemerintah kabupaten Trenggalek memberi ijin kembali kegiatan hiburan, resepsi pernikahan atau bentuk lain, yang mengumpulkan beberapa orang agar bisa dibuka kembali saat menghadapi new normal ini.

“Karena kami tadi hanya memfasilitasi, maka kami akan menjembatani beberapa yang harus disiapkan oleh pemerintah daerah bagi warga masyarakat terdampak, seperti pelaku seni, pengusaha sound terop. Oleh sebab itu karena kami sudah ada anggaran maka kami akan membantu mencarikan solusi bagi mereka yang terdampak lewat Dinas Sosial P3a, BPBD dan Dinas Pariwisata dan kebudayaan (Disparibud).” ungkap Mugianto usai hearing di aula DPRD Trenggalek. Rabu (17/6).

Selanjutnya Mugianto mengaku bakal mendiskusikan bersama tim gugus tugas, dan segera membuat surat rekomendasi kepada Bupati agar memberikan izin hiburan dan resepsi pada masa pandemi covid-19.

“Kami akan segera menindaklanjuti dan akan membuat surat rekomendasi kepada Bupati agar segera membuka kembali atau memberi izin kegiatan seperti resepsi pernikahan dan pentas seni yang tidak lepas dari protokol kesehatan.”ujarnya.

Diakuinya walaupun tetep sesuai dengan protokol kesehatan dan skemanya di atur ,namun tidak lepas dari pengawasan satgas covid kabupaten maupun yang ada di desa bagi daerah -daerah yang diberi ijin.

” Skema yang harus dicarikan solusi oleh Pemerintah Daerah, jika membuat kebijakan baru mungkin SoP nya harus diatur. Karena yang lebih tahu pemerintah daerah sendiri, ataupun satgas covid Kabupaten juga satgas covid desa yang akan mengawasi berjalannya izin kesenian atau Resepsi pernikahan yang diselengarakan,” harapnya.

Diakui Mugianto memang laporan kepada DPRD persiapan KPE sudah ada, sambil menunggu rekomendasi, bantuan itu bisa diberikan bukan hanya bagi warga miskin saja namun kepada mereka yang saat ini terdampak.

“Menurut informasi ada sebagian yang belum, tapi Sebenernya Disparibud sudah melakukan komunikasi dan sudah ada kewajiban, mereka mendata budayawan yang ada di Trenggalek akan tetapi yang didapat dari Disparibud masih dari dewan kesenian dan pepadi tentunya belum mengakomodir dari teman -teman yang tadi hadir. Karena Yang diakomodir tidak hanya masyarakat miskin akan tetapi warga masyarakat yang terdampak , tapi sudah ada kriteria- kriterianya yaitu, bukan dari pegawai negeri sipil, TNI, Polri , dan Orang kaya,” tutupnya.(wek).

Tags: