Langkah Gubernur Khofifah Kunjungi Kampung 1001 Malam

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membagikan bantuan sosial sebanyak 250 paket kepada warga Kampung 1001 Malam di bawah jembatan Morokrembangan, Surabaya.

Gunakan Rakit, Bagikan Bansos untuk Warga Tak Teregistrasi Kependudukan
Pemprov Jatim, Bhirawa
Lonjakan kasus Covid-19 yang berseiring dengan penerapan PPKM Darurat. Dua situasi yang memberi dampak cukup berat bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi kesehatan melainkan juga ekonomi. Beban berat itu pula yang dialami warga masyarakat kampung 1001 malam di bawah jembatan Moro Krembangan, Kota Surabaya. Terhadap mereka, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan empatinya dengan berbagi kebutuhan bahan pokok.
Terjun secara langsung, Gubernur Khofifah menyisir warga kampung 1001 malam tersebut dengan membawa bantuan sosial (bansos) kepada warga yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan (unregistered people), Jumat (23/7). Bantuan sembako berisi 5 kg beras, 10 bungkus Mie Instan, Minyak Goreng, Kecap dan Sarden itu diberikan secara langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebanyak 250 paket. Dengan semangat, orang nomor satu di Jatim itu blusukan dengan menyalurkan bantuan kepada warga di dua kelurahan tersebut. Bahkan, untuk mengetahui kondisi warga secara langsung, Gubernur Khofifah menyeberang sungai dengan menaiki rakit.
Bukan tanpa alasan, pemberian bantuan sembako di kedua kelurahan tersebut dikarenakan banyak warga yang ditemui tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial karena tidak terdata sebagai warga setempat.
“Jika biasanya kita berbagi kepada masyarakat yang kita temui di setiap kunjungan ke daerah. Kali ini secara khusus saya mendapat informasi bahwa daerah-daerah slum area seperti ini banyak ditemukan unregistered people,” ungkap Gubernur Khofifah usai berkeliling menyerahkan bantuan sembako langsung ke rumah warga.
Dirinya pun menjelaskan, masyarakat yang tinggal di kaki jalan tol dan bantaran sungai, dalam pendataan disebut sebagai exclusion error. Mereka tidak teregistrasi sebagai penerima bansos. Baik bansos dari pemerintah pusat maupun daerah karena identitas mereka bukan warga setempat. “Inilah yang jika di dalam pendataan disebut sebagai exclusion error, harusnya mereka masuk tapi ternyata terexcluded karena identitas personal atau KTP mereka,” terang Gubernur Khofifah.
Kalau kita, lihat mereka semua ini eligible (berhak) untuk menerima program bansos, karena tidak teregistrasi maka belum menerima bansos, imbuhnya. Untuk itu, mantan Menteri Sosial RI itu pun menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah menyampaikan informasi. Dirinya akan terus melakukan penyisiran di berbagai lokasi untuk membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19 yang belum mendapatkan Bansos atau masuk kategori Exclusion Error.
Pemberian bansos tersebut disambut ceria oleh warga yang tinggal di bawah jalan tol Dupak. Mereka merasa gembira ketika bansos tersebut diterima dan diserahkan langsung oleh Gubernur Khofifah.
Febry (27 tahun), warga Kampung 1001 malam itu menyampaikan terima kasih. Dirinya menuturkan, selama pandemi Covid-19, dirinya bersama warga lainnya jarang mendapatkan bantuan.
Wanita yang keseharinya bekerja sebagai pengamen itu mengaku senang atas kehadiran Gubernur Khofifah. Dirinya merasa bangga, karena di tengah-tengah kesibukannya, Gubernur Khofifah bersedia menyempatkan diri berkunjung dan bertemu dengan masyarakat kecil.
“Baru kali ini saya bertemu dengan Bu Gubernur dan mendapat bantuan langsung. Kami jarang mendapat bantuan, bahkan selama Covid seperti ini,” ungkapnya.
Untuk menata kehidupan masyarakat yang masih tinggal di daerah kumuh khofifah akan melakukan kordinasi dengan walikota Surabaya untuk bersama- sama menyiapkan rusun. Sebagaimana diketahui bahwa saat ini Pemprov Jatim telah memiliki empat rusun yang disewakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang kesemuanya berada di Surabaya. Ke depan Pemprov akan membangun kembali untuk hunian bagi masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh. [Adit Hananta Utama]

Tags: