Lansia Jatim Capai 4 Juta

2-lansiaBKKBN Jatim, Bhirawa
Jumlah lansia di Jatim mencapai angka 4juta jiwa atau 11 persen dari total penduduk di Jatim. Dari data yang dihimpun di lapangan jumlah penduduk di Jatim hingga akhir 2013 angkanya sebanyak 4.113.847.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim, Perwakilan BKKBN Jatim, Ir. Dwi Listyawardani, MSc.DipCom menyatakan, saat ini jumlah lansia dari tahun-ke tahun mengalami peningkatan.
Jika dilihat dari tahun sebelumnya jumlah lansi di Jatim tidak mencapai angka 4 juta tapi akhir-akhir ini jumlahnya merangkak naik. Banyaknya jumlah lansia ini harus dimaksimalkan keberadaannya karena jika tidak akan memberikan dampak negatif bagi perkembangan dan pembangunan sebuah daerah.
Menurutnya sebagai instansi pemerintah, BKKBN sangat berperan penting dalam memberdayakan lansia. Banyak program dan kegiatan yang diberikan lansia dalam meningkatkan dan mengembangkan potensinya salah satunya dengan memberikan layanan dan bimbingan kepada lansia melalui Bina Keluarga Balita.
”Kita punya kelompok-kelompok BKL yang tersebar di beberapa kab/kota di Jatim dan jumlahnya merata di setiap daerah ada,” tuturnya.
Kelompok BKL ini yang nantinya akan memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada lansia dalam mengelola dan mengatur kegiatan sehari-harinya. Banyak dari lansia yang menjadi produktif ketika bergabung dalam BKL.
”Lansia lebih banyak terlibat dalam kegiatan spriritual daripada harus berdiam diri memikirkan hal yang tidak perlu,” ujarnya.
Sementara itu  Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Prof Dr. Fasli Jalal menyatakan, saat ini jumlah penduduk di Indonesia yang berusia 60 tahun ke atas atau lanjut usia (lansia) diperkirakan meningkat menjadi 80 juta pada 2030, atau naik 23 sampai 24 persen.
Kondisi ini membuat BKKBN mau tidak harus bekerja keras. Salah satu upayanya adalah dengan meluncurkan program Bina Keluarga Lansia (BKL).
Kelompok kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia. Kegiatan yang dilakukan antara lain penyuluhan, kunjungan rumah, rujukan dan pencatatan serta pelaporan.
“Banyaknya lansia sebenarnya bukan suatu ancaman jika mereka produktif. Karena itu, BKKBN bersama berbagai sektor, seperti kesehatan dan pendidikan mengembangkan program lansia tangguh. Selain merawat lansia ini lebih banyak hidupnya, dan lebih panjang masa produktif, BKKBN sekarang bersama pakar geriatri berupaya mengembangkan lansia tangguh,” katanya.
Lansia tangguh adalah upaya agar meskipun telah berusia di atas 60 sampai 70 tahun lansia tetap produktif. Misalnya, memperpanjang usia bekerja bagi lansia pensiunan di sektor formal, baik perusahaan maupun PNS, di atas 58 tahun dan 60 tahun. “Yang dibutuhkan dari mereka lebih banyak kebijaksanaannya atau otak, bukan otot. Juga mempertimbangkan risiko pekerjaan kasar.
Para lansia itu diberikan berbagai pelatihan, sehingga masih bisa bekerja sampai 10 tahun berikutnya setelah pensiun. BKKBN membantu mempersiapkan menjadi kader keliling untuk mengampanyekan berbagai hal, termasuk soal KKB,” kata Fasli. [dna]

Keterangan Foto : Kegiatan Lansia dalam menjalani kegiatan sehari-hari.

Rate this article!
Lansia Jatim Capai 4 Juta,5 / 5 ( 1votes )
Tags: